Laju Pertumbuhan Transportasi & Pergudangan Berlanjut Kuartal I/2026

Laju Pertumbuhan Transportasi & Pergudangan Berlanjut Kuartal I/2026

Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan di Indonesia mencapai 8,04% pada kuartal I/2026, didorong oleh peningkatan mobilitas selama libur nasional dan HBKN.

(Bisnis.Com) 05/05/26 19:20 212166

Bisnis.com, JAKARTA — Laju pertumbuhan lapangan usaha transportasi dan pergudangan terpantau terus menunjukkan pertumbuhan pada kuartal I/2026.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, lapangan usaha transportasi dan pergudangan masih tumbuh 8,04% secara tahunan pada kuartal I/2026 dan berkontribusi 0,38% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional yang tumbuh 5,61% secara tahunan.

Pertumbuhan sektor tersebut ditopang meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan nasional (HBKN) pada kuartal pertama tahun ini.

“Ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat yang tercermin dari peningkatan jumlah penumpang pada semua moda transportasi,” ujar Amalia dalam konferensi pers, Senin (5/5/2026).

Peningkatan mobilitas itu juga tercermin dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada komponen transportasi dan komunikasi sebesar 6,91%, serta naiknya aktivitas sektor hotel dan restoran sebesar 7,38%.

BPS juga mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara meningkat sepanjang kuartal I/2026, didorong momentum libur nasional dan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, maupun pekerja swasta.

Membandingkan dengan kuartal I/2025, sektor lapangan usaha ini berhasil tumbuh 9,01% year on year(YoY), setelah melemah pada periode yang sama 2024 dengan petumbuhan mencapai 8,65%.

Sementara pada kuartal I/2023, sektor ini tumbuh hingga 15,93% YoY setelah pada 2022 mampu tumbuh hingga 15,79%—sejalan dengan pemulihan pascacovid.

Namun, ekonom menilai khusus untuk pertumbuhan sektor transportasi pada awal tahun ini belum sepenuhnya mencerminkan pemulihan yang kuat, terutama karena adanya faktor musiman Lebaran yang tahun ini jatuh pada akhir Maret dan masuk ke kuartal I/2026.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengatakan, pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan perlu dicermati lebih dalam karena mencampurkan aktivitas transportasi dan logistik dalam satu kelompok.

Selain itu, menurutnya, ada pengaruh low base effect karena momentum mudik tahun lalu tercatat pada kuartal II/2025 akibat Lebaran jatuh pada April.

“Jadi memang ada faktor low base effect juga, terutama mobilitas mudik yang tahun lalu masuk kuartal kedua, tahun ini masuk kuartal satu,” ujar Faisal.

Di sisi lain, Faisal menilai kenaikan harga avtur dan tiket pesawat mulai menggeser pola mobilitas masyarakat, terutama untuk perjalanan jarak jauh antarkota.

Dia mengatakan tren pelemahan penumpang pesawat sebenarnya sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, bahkan sebelum harga tiket melonjak tajam.

“Dalam kondisi harga avtur belum naik saja, minat masyarakat menggunakan pesawat sudah makin berkurang. Sekarang harga tiket naik sampai 40%-50%, tentu makin menurunkan minat masyarakat,” katanya.

Menurut Faisal, tekanan tersebut membuat pertumbuhan mobilitas masyarakat lebih banyak ditopang moda transportasi yang lebih murah seperti kereta api dan kapal laut.

Dia menilai kelompok masyarakat yang masih menggunakan pesawat kemungkinan akan semakin terkonsentrasi pada maskapai berbiaya murah atau perjalanan bisnis yang dibiayai perusahaan.

Sementara itu, permintaan dari sektor pemerintah diperkirakan ikut melemah seiring kebijakan efisiensi anggaran yang memangkas perjalanan dinas aparatur sipil negara.

“Jadi mungkin tinggal swasta dan BUMN yang masih bisa diharapkan untuk tetap menggunakan pesawat dalam perjalanan-perjalanan bisnisnya,” tuturnya.

#transportasi #pergudangan #pertumbuhan-transportasi #pertumbuhan-pergudangan #kuartal-i-2026 #mobilitas-masyarakat #moda-transportasi #konsumsi-transportasi #wisatawan-nusantara #wisatawan-mancanegara

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260505/98/1971547/laju-pertumbuhan-transportasi-pergudangan-berlanjut-kuartal-i2026