BPS: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Turun 6,17% Kuartal I/2026
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun 6,17% pada Maret 2026 dibanding Februari, meski secara tahunan naik 10,50%, dengan Malaysia sebagai kontributor terbesar.
(Bisnis.Com) 04/05/26 12:33 210236
Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara pada awal 2026 mulai kehilangan momentum, tercermin dari kontraksi bulanan di Maret meski secara tahunan dan kumulatif masih menunjukkan pertumbuhan.
Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (4/5/2026) mencatat jumlah kunjungan wisman pada Maret 2026 mencapai 1,09 juta kunjungan, turun 6,17% dibandingkan Februari 2026. Penurunan ini muncul setelah tren peningkatan yang berlangsung sejak 2023.
Secara tahunan, kinerja masih tumbuh. Kunjungan Maret 2026 naik 10,50% dibandingkan Maret 2025, menandakan permintaan global terhadap destinasi Indonesia masih terjaga meski mulai melambat dalam jangka pendek.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman hingga Maret 2026 mencapai 3,44 juta kunjungan, meningkat 8,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi capaian tertinggi sejak 2020, tetapi laju pertumbuhannya tidak seagresif fase pemulihan sebelumnya.
Distribusi kunjungan menunjukkan ketergantungan pada pasar regional. Wisatawan asal Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi 17,14%, diikuti Australia 12,01% dan Singapura 9,45%.
Di sisi lain, kontribusi wisatawan dari pasar besar seperti Tiongkok masih relatif terbatas di kisaran 8,82%, sementara India dan Amerika Serikat berada di bawah 6%.
Komposisi tersebut memperlihatkan struktur pasar yang belum sepenuhnya terdiversifikasi, sehingga rentan terhadap perubahan kondisi di negara sumber utama.
Berdasarkan pintu masuk, Bandara Ngurah Rai mencatat kunjungan tertinggi dengan total 465.260 kunjungan pada Maret 2026. Bandara Soekarno-Hatta menyusul dengan 157.262 kunjungan, diikuti Batam 112.290 kunjungan.
Konsentrasi kedatangan di titik tertentu menunjukkan masih terbatasnya penyebaran destinasi utama, yang berpotensi membatasi pemerataan dampak ekonomi pariwisata.
Secara bulanan, pergerakan wisatawan dari negara utama cenderung melemah. Kunjungan dari Malaysia turun 6,37% secara bulanan, sementara Singapura turun 5,96%. Hanya Australia yang mencatat kenaikan 21,67%.
Namun, secara tahunan, ketiga pasar utama tersebut masih tumbuh. Malaysia meningkat 16,66%, Australia 17,73%, dan Singapura 1,92%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan bahwa tren penurunan bulanan lebih mencerminkan faktor musiman, sementara tren tahunan masih menunjukkan pemulihan.
Meski demikian, pola perlambatan ini menandai fase baru setelah lonjakan tajam pascapandemi. Ketika pertumbuhan mulai normal, tantangan bergeser dari pemulihan menuju keberlanjutan.
#kunjungan-wisatawan #wisatawan-mancanegara #kunjungan-wisman #wisatawan-malaysia #wisatawan-australia #wisatawan-singapura #wisatawan-tiongkok #wisatawan-india #wisatawan-amerika-serikat #bandara-ngur