OJK: Mayoritas Bank Digital Mulai Masuk Fase Profitabilitas
Mayoritas bank digital kini memasuki fase profitabilitas, dengan ROA dan NIM di atas industri, fokus pada monetisasi ekosistem, dan pertumbuhan berkelanjutan.
(Bisnis.Com) 03/05/26 13:56 209552
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut sebagian besar bank digital kini tak lagi sekadar mengejar pertumbuhan agresif, tetapi mulai memasuki fase profitabilitas.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan, per Maret 2026, Return on Assets (ROA) bank digital tercatat sebesar 2,87%, di atas ROA industri sebesar 2,50%. Rasio Net Interest Margin (NIM) bank digital juga berada di level 13,90%, di atas NIM industri 4,49%.
Selain itu, kemampuan menciptakan pendapatan bunga cukup kuat, melalui NIM yang tiga kali lebih besar dari industri.
“Ini menjadi titik penting ketika sejumlah bank digital mulai menunjukkan perbaikan laba, efisiensi operasional, penurunan cost of fund, dan kualitas kredit yang lebih terjaga,” kata Dian kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (3/5/2026).
Fokus pelaku bank digital kini bergeser. Dian mengatakan, bank digital kini menggeser fikusnya, dari sekadar membebankan biaya akuisisi nasabah menuju monetisasi ekosistem, cross-selling, CASA growth, dan kredit yang lebih prudent.
Meski demikian, dia menyebut bahwa profitabilitas masing-masing bank digital masih bervariasi, dengan beberapa bank digital yang cenderung lebih stabil dengan perolehan laba yang terstruktur.
Sementara lainnya, lanjut dia, masih terdapat bank yang masih berupaya meningkatkan pertumbuhan bisnis untuk dapat mencapai laba yang sustain.
“Dengan kata lain, industri sedang bertransisi dari growth-first ke sustainable growth,” ujarnya.
Sementara itu, seiring dengan matangnya model bisnis, fokus PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) kini berkembang menuju pertumbuhan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam dua tahun terakhir, Bank Neo Commerce berhasil menunjukkan kinerja yang positif dengan mencatatkan laba secara konsisten, termasuk laba bersih sebesar Rp565,69 miliar pada 2025.
Pencapaian ini didukung oleh peningkatan kualitas aset, penguatan manajemen risiko, serta efisiensi operasional yang dilakukan secara berkelanjutan.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono mengatakan, perseroan ke depannya tetap melanjutkan pertumbuhan bisnis, baik dari sisi jumlah nasabah aktif maupun penyaluran kredit, namun dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis kualitas.
“Fokus utama kami adalah menjaga momentum pertumbuhan berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta memastikan profitabilitas yang berkelanjutan,” ungkap Eri kepada Bisnis, dikutip pada Minggu (3/5/2026).
#bank-digital #profitabilitas-bank #ojk-bank-digital #roa-bank-digital #nim-bank-digital #laba-bank-digital #efisiensi-operasional #cost-of-fund #kualitas-kredit #monetisasi-ekosistem #cross-selling-ba