Israel Ketakutan dengan 400 Kg Uranium Iran, Bisa untuk Membuat 11 Bom Nuklir
Perwira militer Zionis sebut perang AS-Israel melawan Iran selama 40 hari akan menjadi kegagalan besar jika 400 kg uranium itu tidak dikeluarkan dari Iran. Seorang... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 03/05/26 11:30 209482
TEL AVIV - Seorang perwira militer senior Israel menyuarakan ketakutannya pada keberadaan lebih dari 400 kg uranium yang diperkaya tinggi milik Iran. Dia bahkan berpendapat perang Amerika-Serikat (AS)-Israel melawan Iran akan menjadi kegagalan besar jika uranium misterius itu tidak dikeluarkan dari republik Islam.Para pejabat Zionis Israel sebelumnya mengatakan bahwa stok uranium itu cukup untuk membuat 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut. Iran telah lama menyatakan bahwa programnya bersifat damai, meskipun memperkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata nuklir.
Perwira senior tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim dalam pengerahan kepada wartawan, mengatakan bahwa jika, dalam negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran, tidak ada kesepakatan yang tercapai untuk mengeluarkan persediaan uranium dan menghentikan pengayaan di negara Islam itu, pencapaian dari 40 hari pertempuran akan sia-sia.
“Jika tujuan nuklir tidak tercapai, maka semua yang telah kita lakukan di Iran akan menjadi kegagalan besar. Rezim Iran yang jahat dapat memanfaatkan program nuklir,” kata perwira tersebut, seperti dikutip dari Times of Israel, Minggu (3/5/2026).
"Jika uranium dikeluarkan dari Iran melalui jalur diplomatik, kita telah melakukan bagian kita," ujarnya. Namun, imbuh dia, jika itu tidak terjadi, Israel perlu meluncurkan operasi lain di Iran untuk mencapai tujuan tersebut.
Selama kunjungan baru-baru ini ke Lebanon selatan, Kepala Staf Militer Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan, “Setiap [tujuan] yang ditetapkan oleh eselon politik untuk kita terkait kampanye saat ini di Iran dan Lebanon telah tercapai dan bahkan melampaui itu.”
“Dengan demikian, kita telah menciptakan kondisi operasional untuk proses yang sekarang dipimpin oleh eselon politik,” katanya.
Tangan IDF "Terikat" di Lebanon
Para pejabat Zionis mengatakan militer Israel optimistis bahwa solusi akan ditemukan untuk melawan ancaman baru dari drone berpemandu kabel serat optik (FPV) milik Hizbullah, yang telah berulang kali digunakan dalam serangan terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan dan Israel utara dalam beberapa pekan terakhir.
Pejabat militer tersebut mengatakan IDF telah menanggapi ancaman tersebut dengan serius dan berupaya mengembangkan dan menguji sistem untuk melawan drone FPV, yang kebal terhadap gangguan elektronik. Namun, dia mengatakan bahwa kemungkinan besar sistem semacam itu tidak akan siap dalam jangka pendek, dan juga tidak akan memberikan solusi yang sempurna untuk ancaman tersebut.
“Tidak ada solusi ajaib. Tetapi kami optimistis bahwa kami akan menemukan solusi untuk drone,” katanya.
Namun, pejabat itu mengatakan cara paling efektif untuk melawan ancaman tersebut adalah dengan menargetkan operator drone di Lebanon dan rantai pasokan drone Hizbullah.
Kendati demikian, hal tersebut saat ini tidak mungkin dilakukan karena gencatan senjata, karena Israel hanya diizinkan untuk menargetkan ancaman langsung terhadap pasukan di Lebanon selatan, seperti operator drone yang secara aktif menerbangkan drone.
“Kita perlu melakukan serangan,” kata perwira itu, sambil mencatat bahwa saat ini, “tangan kita terikat.”
Angkatan Udara Israel (IAF) telah membantu pasukan darat di Lebanon dalam menangani ancaman drone FPV dengan mengerahkan radar bergerak untuk mendeteksi dan memperingatkan pasukan, yang kemudian dapat mencoba menembak jatuh drone tersebut.
IAF juga telah melakukan intersepsi, melaporkan bahwa mereka menembak jatuh setidaknya 27 drone FPV menggunakan sistem pertahanan udara jarak pendek Iron Dome.
Meskipun militer telah mengerahkan Iron Beam—sistem laser berkekuatan tinggi yang dirancang untuk menembak jatuh drone dan ancaman udara lainnya dengan biaya per intersepsi yang jauh lebih rendah—penggunaannya masih terbatas dan belum dinyatakan beroperasi di dalam IDF. Perwira senior tersebut mengatakan jangkauan Iron Beam terbatas.
(mas)
#iran #israel #senjata-nuklir #perang-iran-vs-israel #perang-as-vs-iran