Viral, Pria India Bawa Mayat Saudaranya ke Bank untuk Tarik Uang Korban
Bank klaim hanya minta dokumen sah, bukan kehadiran fisik mendiang pemilik uang. Seorang pria di India membawa mayat saudara perempuannya, yang sudah berwujud kerangka,... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 30/04/26 09:30 207279
NEW DELHI - Seorang pria di India membawa mayat saudara perempuannya, yang sudah berwujud kerangka, ke bank sebagai bukti kematian untuk menarik uang korban. Kejdian itu, yang telah viral, memicu kemarahan publik di negara Asia Selatan tersebut.Kejadian itu berlangsung pada hari Senin di negara bagian Odisha, India timur.
Bank induk milik negara dari pemberi pinjaman tersebut telah mengklarifikasi bahwa mereka hanya meminta dokumen yang sah untuk menarik uang mendiang, membantah laporan bahwa bank tersebut meminta kehadiran fisik mendiang.
Bank tersebut mengatakan telah menyelesaikan klaim sebesar USD204 atas nama tiga ahli waris sah dan telah menyerahkan uang tersebut kepada mereka.
Menteri Pendapatan Negara Bagian Odisha Suresh Pujari mengatakan ada “kurangnya pendekatan kemanusiaan", dan menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan tindakan tegas terhadap para pejabat yang terlibat.
Partai oposisi mengecam insiden tersebut sebagai tindakan yang tidak sensitif. Seorang anggota parlemen oposisi di Majelis Tinggi Parlemen, Manas Ranjan, mendesak Menteri Keuangan Federal Nirmala Sitharaman untuk segera turun tangan dalam menyederhanakan prosedur perbankan, sebagaimana dilaporkan PTI, Kamis (30/4/2026).
Pengguna media sosial juga dengan cepat menyatakan kemarahan atas insiden tersebut.
“Ketika aturan dilanggar untuk korupsi, berkas-berkas diproses dengan cepat. Tetapi ketika kaum miskin membutuhkan martabat, belas kasihan, dan akal sehat, sistem menjadi kaku,” tulis seorang pengguna di X.
“Ini bukan hanya tragedi satu orang. Ini adalah cerminan tata kelola, akuntabilitas perbankan,” lanjut dia.
Pengguna media sosial lainnya menunjukkan bahwa insiden tersebut terjadi di distrik asal menteri tertinggi di negara bagian tersebut. “Insiden ini menunjukkan bukan hanya kurangnya kesadaran, tetapi juga kegagalan pemahaman dasar tentang kemanusiaan dalam sistem,” imbuh pengguna tersebut.
(mas)