Penjualan Turun, Laba Mayora Indah (MYOR) Tetap Melesat 37% di Q1 2026
PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan penurunan penjualan, tapi tetap berhasil membukukan lonjakan laba bersih berkat strategi efisiensi yang dijalankan.
(WE Finance) 29/04/26 06:35 205881
Warta Ekonomi, Jakarta -PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan kinerja yang menarik pada kuartal I 2026. Di tengah tekanan penurunan penjualan, Perseroan justru berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang signifikan berkat strategi efisiensi yang dijalankan.
MYOR membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp945,58 miliar, naik 37,15% secara tahunan (yoy) dari Rp689,43 miliar. Kenaikan ini turut mendorong laba per saham menjadi Rp42, meningkat dari sebelumnya Rp31 per saham.
Di sisi lain, penjualan bersih pada periode Januari hingga Maret 2026 justru mengalami penurunan menjadi Rp9,39 triliun, dibandingkan Rp9,85 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara rinci, penjualan dari segmen makanan olahan dalam kemasan mencapai Rp5,72 triliun, sementara minuman olahan dalam kemasan menyumbang Rp3,66 triliun.
Jika dilihat dari pasar, penjualan domestik tercatat sebesar Rp5,67 triliun, disusul kawasan Asia Rp3,48 triliun, serta segmen lainnya sebesar Rp230,21 miliar. Meski pendapatan menurun, Perseroan berhasil menjaga profitabilitas melalui pengendalian biaya yang ketat.
Beban pokok penjualan berhasil ditekan cukup dalam, dari Rp7,69 triliun menjadi Rp6,89 triliun. Efisiensi ini berdampak langsung pada peningkatan laba kotor yang naik menjadi Rp2,49 triliun, dari sebelumnya Rp2,16 triliun. Sementara itu, total beban usaha relatif stabil di kisaran Rp1,31 triliun.
Hasilnya, laba usaha melonjak menjadi Rp1,17 triliun, meningkat signifikan dari Rp846,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menjaga margin di tengah tantangan penjualan.
Dari sisi posisi keuangan, total aset MYOR tercatat sebesar Rp28,63 triliun hingga akhir Maret 2026, turun dari Rp31,37 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga menurun menjadi Rp9,45 triliun dari Rp13,01 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp19,18 triliun dari Rp18,36 triliun.
Dengan kombinasi efisiensi biaya dan pengelolaan operasional yang disiplin, Mayora berhasil menjaga kinerja tetap solid, bahkan mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat di tengah tekanan penjualan.