Wall Street Terkoreksi Imbas Harga Minyak dan Isu OpenAI
Wall Street melemah dihantam laporan OpenAI di bawah target dan lonjakan harga minyak global. Investor waspada jelang rilis laporan keuangan raksasa teknologi.
(Kompas.com) 29/04/26 06:33 205860
NEW YORK, KOMPAS.com - Indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026) waktu setempat, seiring tekanan dari laporan terkait kinerja OpenAI dan lonjakan harga minyak dunia.
Mengutip CNBC pada Rabu (29/4/2026), indeks S&P 500 terkoreksi 0,49 persen ke level 7.138,80.
Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi turun lebih dalam sebesar 0,9 persen ke 24.663,80.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average melemah tipis 25,86 poin atau 0,05 persen menjadi 49.141,93.
Penurunan Dow Jones relatif tertahan berkat lonjakan hampir 4 persen saham Coca-Cola, setelah perusahaan tersebut melaporkan laba yang melampaui ekspektasi pasar.
Tekanan pasar salah satunya dipicu laporan Wall Street Journal yang menyebutkan pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru OpenAI berada di bawah target internal.
Dalam laporan itu, Chief Financial Officer (CFO) Sarah Friar disebut menyampaikan kekhawatiran kepada manajemen bahwa perusahaan berpotensi kesulitan memenuhi kewajiban kontrak komputasi di masa depan jika pertumbuhan pendapatan tidak cukup cepat.
Sentimen negatif tersebut turut menyeret saham sektor semikonduktor.
ETF VanEck Semiconductor (SMH) turun sekitar 3 persen.
Saham Nvidia melemah lebih dari 1 persen, Broadcom terkoreksi lebih dari 4 persen, Advanced Micro Devices turun lebih dari 3 persen, dan Oracle merosot sekitar 4 persen.
Chief Investment Officer Integrated Partners, Stephen Kolano, mengatakan pelemahan ini juga dipengaruhi aksi ambil untung investor menjelang rilis laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar.
“Ini lebih kepada aksi ambil untung sebagai langkah hati-hati menjelang laporan laba yang akan diumumkan besok,” ujarnya.
Pekan ini, pasar akan dibanjiri laporan kinerja emiten teknologi raksasa.
Empat perusahaan yakni Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis laporan pada Rabu, disusul Apple pada Kamis.
Pergerakan pasar pada Selasa terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Senin.
Namun, penguatan tersebut tertahan oleh ketidakpastian geopolitik, terutama terkait mandeknya pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Selama akhir pekan, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata di Iran.
Trump menyatakan negosiasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan belum ada rencana pertemuan antara Teheran dan Washington.
Meski demikian, terdapat sedikit sentimen positif setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengonfirmasi bahwa pemerintah AS telah membahas tawaran Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dengan syarat perang berakhir dan blokade dicabut.
Di sisi lain, harga minyak mentah kembali melonjak.
Kontrak West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 3 persen menjadi 99,93 dollar AS per barrel, sedangkan Brent menguat 2,8 persen ke 111,26 dollar AS per barrel.
Lonjakan ini turut menjadi faktor tambahan yang menekan pasar saham global.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#wall-street #harga-minyak #openai #laporan-keuangan-teknologi