Kembali Rekor! GoTo Bukukan EBITDA Rp907 Miliar di Kuartal I 2026

Kembali Rekor! GoTo Bukukan EBITDA Rp907 Miliar di Kuartal I 2026

GoTo mencatat laba bersih Rp171 miliar di Q1 2026, dengan EBITDA Rp907 miliar, didukung pertumbuhan pengguna dan bisnis Fintech yang melonjak 674%.

(Bisnis.Com) 28/04/26 18:22 205555

Bisnis.com, JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) baru saja membagikan kabar baik lewat laporan kinerja kuartal I 2026 mereka. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak perusahaan ini berdiri, GoTo akhirnya berhasil mencatatkan laba bersih kuartalan.

Pada periode Januari hingga Maret 2026 ini, GoTo sukses meraup laba bersih sebesar Rp171 miliar. Pencapaian ini merupakan sebuah titik balik yang sangat besar, mengingat pada periode yang sama di tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatatkan kerugian hingga Rp367 miliar.

Tak hanya soal laba bersih, kinerja operasional yang diukur lewat EBITDA Grup yang disesuaikan juga tampil memuaskan di angka Rp907 miliar. Hasil ini menunjukkan bahwa GoTo masih berada dalam jalur yang tepat untuk mengejar target tahunan mereka yang dipasang di angka Rp3,2 triliun sampai Rp3,4 triliun.

Hans Patuwo, Direktur Utama Grup GoTo, mengatakan pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi perusahaan. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha.

“GoTo mencapai titik ini berkat dukungan jutaan mitra driver di seluruh Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan, mendukung kesejahteraan, serta memperkuat berbagai dukungan yang dapat kami berikan kepada mitra driver,” katanya, dalam siaran pers, Selasa (28/4).

GOTO terus berupaya meningkatkan pendapatan, lebih disiplin dalam mengelola pengeluaran, serta berusaha memberikan nilai lebih bagi para pelanggan dan mitranya.

Dilihat dari sisi pengguna, ekosistem GOTO juga semakin besar. Jumlah pengguna yang bertransaksi dalam setahun (ATU) naik 22% menjadi 69 juta orang, yang dibarengi dengan kenaikan pendapatan bersih perusahaan sebesar 26% menjadi Rp5,3 triliun.

Unit bisnis Financial Technology atau Fintech menjadi salah satu bintang utama dalam laporan kali ini. EBITDA yang disesuaikan dari unit bisnis ini melonjak drastis hingga 674% menjadi Rp364 miliar didukung oleh bisnis pinjaman yang tumbuh stabil dan transaksi pembayaran yang semakin banyak digunakan.

Di sisi lain, unit bisnis On-demand Services (ODS) juga mencetak kenaikan keuntungan sebesar 40% secara tahunan menjadi Rp439 miliar. Hebatnya lagi, unit bisnis ini sudah menunjukkan perbaikan performa selama tujuh kuartal berturut-turut.

Selain itu, GOTO juga menegaskan komitmennya bahwa kesejahteraan mitra pengemudi tetap menjadi prioritas Perseroan. GOTO telah mendistribusikan pembayaran Bonus Hari Raya (BHR) kurang lebih Rp110 miliar kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat.

Di sisi lain, GOTO juga mulai menyediakan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan) kepada mitra pengemudi yang memenuhi syarat sejak 1 Februari.

Dari sisi keuangan secara keseluruhan, GOTO mencatatkan nilai transaksi bruto (GTV) yang naik signifikan menjadi Rp236 triliun. Selain itu, arus kas perusahaan juga terpantau sehat dengan catatan arus kas bebas yang disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun.

Terakhir, posisi kas GOTO saat ini masih sangat kuat dengan simpanan mencapai Rp23 triliun. Dengan total aset sebesar Rp46,8 triliun, GOTO terlihat semakin percaya diri menatap sisa tahun 2026 dengan kondisi keuangan yang jauh lebih stabil dari sebelumnya.

#goto #goto-2026 #laba-goto #ebitda-goto #goto-kuartal-i #laba-bersih-goto #goto-rekor #goto-pendapatan #goto-mitra-driver #goto-fintech #goto-on-demand-services #goto-pengguna #goto-transaksi #goto-ar

https://market.bisnis.com/read/20260428/192/1969957/kembali-rekor-goto-bukukan-ebitda-rp907-miliar-di-kuartal-i-2026