KA Argo Muria dan Menoreh Batal Berangkat Imbas Kecelakaan di Bekasi Timur
Kecelakaan di Bekasi Timur pada 27 April 2026 menyebabkan pembatalan KA Argo Muria dan Menoreh. KAI Daop 4 Semarang memberikan pengembalian dana penuh.
(Bisnis.Com) 28/04/26 12:43 205075
Bisnis.com, SEMARANG - Kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) berbuntut pada pembatalan keberangkatan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang.
Pada Selasa (28/4/2026), manajemen Daop 4 terpaksa mengambil keputusan untuk membatalkan dua keberangkatan kereta api jarak jauh. Langkah ini diambil karena jalur di lokasi kejadian masih dalam tahap normalisasi dan pembersihan material kecelakaan.
Dua rangkaian kereta yang terdampak secara total adalah KA Argo Muria relasi Semarang Tawang–Gambir dan KA Menoreh relasi Semarang Tawang–Pasarsenen. Pembatalan ini memicu penumpukan calon penumpang di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. KAI berupaya memitigasi kerugian ekonomi penumpang melalui kebijakan pengembalian dana penuh.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif memastikan kompensasi 100% bagi penumpang yang melakukan pembatalan tiket. Proses pengembalian dilakukan secara terintegrasi melalui berbagai kanal resmi untuk memudahkan akses masyarakat.
“Sebagai bentuk komitmen pelayanan kepada pelanggan, KAI Daop 4 Semarang memberlakukan ketentuan pengembalian bea tiket bagi pelanggan yang terdampak perubahan pola operasi perjalanan ataupun pembatalan kereta api akibat rintang jalan (Rinja),” tambah Luqman.
Penumpang diberikan waktu maksimal 7 hari untuk memproses klaim pengembalian bea tersebut melalui aplikasi maupun loket. “KAI Daop 4 Semarang akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta memastikan pelanggan tetap mendapatkan hak layanan sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Luqman.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Commuter Line relasi Kampung Bandan–Cikarang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Kejadian tersebut berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas kereta api di lintas utama Jawa.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengonfirmasi bahwa penanganan darurat segera dilakukan di lokasi kejadian sejak Senin malam. “Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” jelas Franoto dalam keterangan resmi.
Secara teknis, pemulihan jalur memerlukan waktu karena petugas harus melakukan penonaktifan aliran listrik aliran atas (LAA). Area yang terdampak penonaktifan listrik meliputi lintas Cibitung hingga Bekasi Timur. Kondisi ini membuat operasional kereta listrik maupun kereta api jarak jauh terhenti total selama beberapa jam untuk memberikan ruang evakuasi yang aman.
Investigasi mendalam kini tengah dijalankan oleh pihak internal dan kepolisian untuk menemukan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pihak manajemen menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dirasakan seluruh pengguna jasa. Saat ini, fokus utama adalah pembersihan jalur agar mobilitas logistik dan penumpang kembali pulih.
#kecelakaan-kereta-api #bekasi-timur #pembatalan-kereta-api #ka-argo-muria #ka-menoreh #daop-4-semarang #pengembalian-tiket-kai #kompensasi-penumpang-kai #penumpukan-penumpang-stasiun #normalisasi-jalu