Menilik Tuah Mahkota Binokasih, Sajikan Sejarah Panjang Tatar Pasundan

Menilik Tuah Mahkota Binokasih, Sajikan Sejarah Panjang Tatar Pasundan

Kirab Mahkota Binokasih di Sumedang pada 8-9 Mei 2026 merayakan sejarah dan budaya Tatar Sunda, memperkuat identitas daerah di tengah modernisasi.

(Bisnis.Com) 28/04/26 08:12 204741

Bisnis.com, BANDUNG - Perhelatan akbar Kirab Mahkota Binokasih dipastikan menjadi agenda utama dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda yang dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Mei 2026 mendatang di Kabupaten Sumedang.

Momentum ini diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam menghidupkan kembali nilai-nilai luhur budaya sebagai pilar pembangunan di Jawa Barat.

Kegiatan kolaboratif ini akan mengambil rute yang melintasi sejumlah wilayah bersejarah, dimulai dari Kabupaten Sumedang dan berlanjut ke Ciamis, Bogor, hingga berakhir di Bandung. Selain sebagai perayaan budaya, agenda ini juga menjadi wadah penguat identitas daerah di tengah arus modernisasi.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas sinergi dan fasilitasi penyelenggaraan kirab tersebut. Ia menekankan bahwa acara ini memiliki makna strategis karena bertepatan dengan Hari Tatar Sunda sekaligus Hari Jadi Sumedang.

“Milangkala Tatar Sunda akan dimulai di Kabupaten Sumedang pada 8–9 Mei. Ini merupakan event yang mensinergikan antara pemerintah provinsi dan Kabupaten Sumedang,” ujar Dony.

Dony memaparkan Kirab Mahkota Binokasih membawa pesan historis yang mendalam mengenai kesinambungan peradaban di tanah Pasundan, mulai dari era Kerajaan Padjadjaran hingga bertransformasi menjadi Kerajaan Sumedang Larang. Melalui narasi sejarah tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal akar budayanya.

“Ini menjadi sebuah nilai bahwa di Jawa Barat ada Kerajaan Padjadjaran dan di Sumedang ada Kerajaan Sumedang Larang,” imbuhnya.

Keberadaan Mahkota Binokasih yang kini tersimpan di Keraton Sumedang Larang dinilai sebagai anugerah sekaligus simbol kebesaran sejarah. Nama Binokasih sendiri mengandung filosofi mendalam, yakni “Sumber Kasih Sayang,” yang menjadi nilai luhur dalam tata kehidupan masyarakat.

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa pelaksanaan kirab ini merupakan upaya konkret dalam pelestarian budaya sekaligus instrumen edukasi sejarah bagi publik. Menurutnya, pemahaman terhadap perjalanan masa lalu sangat krusial sebagai bahan refleksi dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Peringatan hari jadi bukan hanya seremoni, tetapi menjadi cermin sejarah yang dapat menjadi kompas kehidupan untuk masa depan,” pungkasnya.

#mahkota-binokasih #kirab-mahkota-binokasih #tatar-pasundan #sejarah-tatar-pasundan #milangkala-tatar-sunda #budaya-jawa-barat #kerajaan-padjadjaran #kerajaan-sumedang-larang #sumedang #hari-jadi-sumed

https://bandung.bisnis.com/read/20260428/549/1969723/menilik-tuah-mahkota-binokasih-sajikan-sejarah-panjang-tatar-pasundan