MARK Raup Laba Bersih Rp 83,4 M pada Kuartal I 2026, Ditopang Penguatan Dollar AS
Kinerja MARK ditopang peningkatan penjualan serta dominasi pasar ekspor yang memberi keuntungan di tengah penguatan dollar AS terhadap rupiah.
(Kompas.com) 27/04/26 16:54 204175
JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten produsen cetakan sarung tangan medis dan industri PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membukukan kinerja positif pada kuartal I 2026.
Kinerja MARK ditopang peningkatan penjualan serta dominasi pasar ekspor yang memberi keuntungan di tengah penguatan dollar AS terhadap rupiah.
Sepanjang tiga bulan pertama 2026, MARK mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 250,84 miliar, naik 23,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 203,03 miliar.
Dok. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh.Dari sisi profitabilitas, laba kotor MARK tercatat Rp 118,11 miliar, meningkat dari Rp 106,06 miliar pada kuartal I 2025. Margin laba kotor perseroan tercatat sebesar 47,1 persen.
Sementara itu, laba usaha mencapai Rp 102,26 miliar, naik dibandingkan Rp 85,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun laba bersih tahun berjalan tumbuh 19,2 persen menjadi Rp 83,43 miliar dari Rp 70,01 miliar.
Direktur Utama MARK Ridwan Goh mengatakan, struktur bisnis berbasis ekspor menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan.
“Lebih dari 80 persen penjualan kami berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dollar AS. Kondisi ini memberikan natural hedge bagi perseroan, sehingga ketika dollar AS menguat terhadap rupiah, kinerja keuangan kami justru semakin terdorong,” ujar Ridwan dalam siaran pers, Senin (27/4/2026).
Perseroan menggunakan mata uang dollar AS dalam sebagian besar transaksi, baik dari sisi pendapatan maupun kontrak bisnis utama.
Dengan demikian, fluktuasi nilai tukar disebut memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan margin dalam laporan keuangan berbasis rupiah.
Neraca dan likuiditas menguat
Dok. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ilustrasi pabrik cetakan sarung tangan karet.Dari sisi posisi keuangan, total aset MARK tercatat sebesar Rp 1,08 triliun pada kuartal I 2026, meningkat dibandingkan Rp 1,02 triliun pada kuartal I 2025.
Aset lancar naik menjadi Rp 553,98 miliar, sedangkan aset tidak lancar berada di level Rp 527,09 miliar.
Pada saat yang sama, total liabilitas turun menjadi Rp 95,86 miliar dari Rp 120,12 miliar. Sementara ekuitas meningkat menjadi Rp 985,21 miliar dari Rp 902,63 miliar.
Posisi kas dan setara kas tercatat relatif stabil di level Rp 142,78 miliar, dibandingkan Rp 144,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Ridwan, kondisi tersebut mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga di tengah kebutuhan operasional dan ekspansi.
“Dengan basis pendapatan berbasis dollar AS dan posisi kas yang kuat, kami berada dalam posisi yang sangat solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing global,” ujar dia.
Optimistis pertahankan pertumbuhan
Ke depan, MARK menyatakan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan dukungan pasar ekspor yang kuat serta tren penguatan dollar AS yang dinilai memberi leverage tambahan terhadap kinerja.
Menurut perseroan, kombinasi pertumbuhan operasional, struktur neraca yang sehat, serta eksposur positif terhadap mata uang global menempatkan MARK pada posisi strategis untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#penguatan-dollar-as #mark-dynamics #mark #sarung-tangan-medis