Dolar Menguat Dongkrak Kinerja MARK di Q1 2026: Laba Tumbuh Dua Digit Rp83,4 M
Emiten cetakan sarung tangan terkemuka berkode saham MARK, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 27/04/26 13:47 203851
JAKARTA - Emiten cetakan sarung tangan terkemuka berkode saham MARK, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, membukukan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba bersih dua digit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini tidak hanya ditopang oleh peningkatan penjualan, tetapi juga oleh strategi bisnis berbasis ekspor yang memberikan keuntungan tambahan di tengah penguatan dolar AS.Sepanjang Q1 2026, MARK mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp250,84 miliar, meningkat 23,6% dibandingkan Rp203,03 miliar pada Q1 2025. Laba kotor tercatat sebesar Rp118,11 miliar, naik dari Rp106,06 miliar, dengan margin laba kotor sebesar 47,1%.
Dari sisi operasional, laba usaha Perseroan mencapai Rp102,26 miliar, meningkat dari Rp85,45 miliar. Laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp83,43 miliar atau tumbuh 19,2% dibandingkan Rp70,01 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan profitabilitas yang tetap terjaga.
Manajemen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) menegaskan bahwa struktur bisnis Perseroan yang berbasis ekspor menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kinerja.
Emiten Cetakan Sarung Tangan MARK Cetak Margin Laba Tembus 31,49 %
"Lebih dari 80% penjualan kami berasal dari pasar ekspor dengan denominasi dolar AS. Kondisi ini memberikan natural hedge bagi Perseroan, sehingga ketika USD menguat terhadap rupiah, kinerja keuangan kami justru semakin terdorong," ujar Direktur Utama MARK, Ridwan Goh.
Perseroan diketahui menggunakan mata uang dolar AS dalam sebagian besar transaksi, baik dari sisi pendapatan maupun kontrak bisnis utama. Dengan demikian, fluktuasi nilai tukar justru memberikan dampak positif terhadap pendapatan dan margin dalam laporan keuangan berbasis rupiah.
Neraca Kuat dan Likuiditas Meningkat
Dari sisi posisi keuangan, MARK mencatatkan total aset sebesar Rp1,08 triliun pada Q1 2026, meningkat dari Rp1,02 triliun pada Q1 2025. Aset lancar naik menjadi Rp553,98 miliar, sementara aset tidak lancar berada di level Rp527,09 miliar.
Total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp95,86 miliar dari Rp120,12 miliar, mencerminkan pengelolaan utang yang semakin sehat. Ekuitas meningkat menjadi Rp985,21 miliar dari Rp902,63 miliar.
Posisi kas dan setara kas tercatat relatif stabil di level Rp142,78 miliar, dibandingkan Rp144,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu, mencerminkan pengelolaan likuiditas yang tetap terjaga di tengah kebutuhan operasional dan ekspansi Perseroan.
Pandemi Bikin Kinerja Emiten Sarung Tangan Bertepuk Tangan
"Dengan basis pendapatan berbasis USD dan posisi kas yang kuat, kami berada dalam posisi yang sangat solid untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing global," tambah manajemen.
Prospek: Diuntungkan Tren Global
Ke depan, MARK optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan, terutama dengan dukungan pasar ekspor yang kuat serta tren penguatan dolar AS yang memberikan leverage tambahan terhadap kinerja.
Kombinasi antara pertumbuhan operasional, struktur neraca yang sehat, serta eksposur positif terhadap mata uang global menjadikan MARK berada dalam posisi yang strategis untuk terus menciptakan nilai bagi para pemegang saham.
(akr)
#emiten #kinerja-emiten #laba-bersih #kinerja-keuangan #sarung-tangan