Airlangga Sebut Ketergantungan RI ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Airlangga Sebut Ketergantungan RI ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen

Airlangga Hartarto menyebut ketergantungan Indonesia terhadap jalur energi global, Selat Hormuz, relatif rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

(CNN Indonesia) 27/04/26 12:57 203784

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebut ketergantungan Indonesia terhadap jalur energi global, Selat Hormuz, relatif rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya.

Hal ini disampaikan Airlangga merespons kekhawatiran terhadap ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi memicu krisis energi global.

Ia mengatakan temuan tersebut mengemuka dalam pertemuan ASEAN Zero Emission Commission (AZEC) yang diikuti sekitar 12 negara dan dipimpin Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Dalam forum tersebut terkuak sebagian besar negara Asia dinilai masih sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah melalui Selat Hormuz.

"Perdana Menteri Sanae Takaichi ini mengatakan 70 persen negara Asia saat ini sangat tergantung kepada Middle East, kepada Selat Hormuz. Namun Indonesia tidak, jadi Indonesia hanya bergantung sekitar 20 persen," ujar Airlangga dalam agenda Kick Off PINISI di Gedung Bank Indonesia, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, rendahnya ketergantungan tersebut membuat Indonesia relatif lebih tahan terhadap gejolak global, khususnya yang berkaitan dengan gangguan distribusi energi.

Airlangga menilai kondisi ini menjadi salah satu faktor yang menjaga stabilitas pasokan energi domestik di tengah tekanan global yang meningkat.

[Gambas:Youtube]

#selat-hormuz #impor-energi #ketahanan-energi #airlangga-hartarto #harga-minyak #minyak-mentah #ri #perekonomian #airlangga-hartarto #timur-tengah #gedung-bank-indonesia #asean-zero-emission-commi

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260427122443-92-1352510/airlangga-sebut-ketergantungan-ri-ke-selat-hormuz-hanya-20-persen