Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas

Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas

Ini pukulan telak bagi pemerintah militer Mali. Mali, negara di Afrika Barat, dilanda kekacauan setelah kelompok separatis Tuareg... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 27/04/26 10:06 203609

BAMAKO - Mali, negara di Afrika Barat, dilanda kekacauan setelah kelompok separatis Tuareg dan kelompok milisi yang berafiliasi dengan al-Qaeda kompak menyerang basis-basis militer di seluruh negeri. Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal Sadio Camara tewas setelah rumahnya ikut diserang.

Kematian Menhan Camara dipandang sebagai pukulan telak bagi pemerintah militer Mali karena pertempuran dengan kelompok bersenjata terus berlanjut.

Juru bicara pemerintah, Ousmane Coulibaly, membenarkan bahwa Jenderal Camara tewas ketika kelompok penyerang menargetkan rumahnya.

Kediaman Camara di kota garnisun Kati diserang pada hari Sabtu selama serangan besar-besaran yang terkoordinasi tersebut.

Camara adalah tokoh sentral dalam pemerintahan militer yang merebut kekuasaan setelah kudeta beruntun pada tahun 2020 dan 2021.

“Dia adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kepemimpinan militer yang berkuasa dan dipandang oleh sebagian orang sebagai calon pemimpin Mali di masa depan,” kata Nicolas Haque, analis dan jurnalis Al Jazeera yang telah banyak meliput berita dari Mali.

“Kematiannya merupakan pukulan besar bagi angkatan bersenjata negara itu," ujarnya, Senin (27/4/2026).

Haque mengatakan para penyerang melakukan serangan bom mobil bunuh diri di kediaman Camara di Kati, sebuah kota militer yang dijaga ketat sekitar 15 km (9 mil) barat laut ibu kota, Bamako, tempat Presiden Sementara Assimi Goita juga tinggal.

Istri kedua Camara dan dua cucunya juga tewas dalam serangan di rumahnya, menurut laporan kantor berita AFP.

“Kati dianggap sebagai salah satu lokasi paling aman di negara ini, namun para milisi dari Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM) yang terkait dengan al-Qaeda, bersama dengan para milisi Tuareg dari Front Pembebasan Azawad (FLA), mampu melancarkan serangan tersebut," imbuh Haque.

"Goita masih hidup dan sehat di lokasi yang aman," paparnya. “Ketika serangan terjadi, dia dipindahkan ke tempat yang aman, jadi dia tetap memegang komando militer."

Para penembak menyerang beberapa lokasi lain di Mali, termasuk Bamako, serta Gao dan Kidal di utara dan kota tengah Sevare.

Haque, mengutip para saksi mata, mengatakan suara tembakan hebat dan ledakan keras masih terdengar di Kidal pada hari Minggu. “Ini masih merupakan operasi yang sedang berlangsung lebih dari 24 jam setelah dimulai,” imbuh dia.

Analis lainnya, Bulama Bukarti, mengatakan kemungkinan lebih banyak pertempuran untuk menguasai wilayah dan lokasi strategis akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Dia juga menyoroti bagaimana kelompok-kelompok bersenjata yang sebelumnya saling bertempur kini telah bergabung untuk menyerang musuh bersama mereka—negara Mali.

“Ini adalah dua kelompok yang berjuang untuk tujuan yang berbeda,” kata Bukarti kepada Al Jazeera.

“Tetapi mereka bersatu tahun lalu dan mengatakan mereka akan bekerja sama ke depannya, dan apa yang telah kita lihat selama beberapa hari terakhir adalah implementasi nyata dari kesepakatan ini.”

Uni Afrika, sekretaris jenderal Organisasi Kerja Sama Islam, Biro Urusan Afrika Amerika Serikat, dan Uni Eropa mengutuk serangan tersebut.
(mas)

#mali #menhan #pemberontak #kudeta-mali #perang

https://international.sindonews.com/read/1700535/44/mali-kacau-separatis-serang-basis-militer-seluruh-negeri-menhan-camara-tewas-1777259095