Pasar Sudah Antisipasi Nasib BREN dan DSSA, Fokus Berikutnya ke Pemenuhan Free Float

Pasar Sudah Antisipasi Nasib BREN dan DSSA, Fokus Berikutnya ke Pemenuhan Free Float

Investor telah mengantisipasi keluarnya BREN dan DSSA dari LQ45. Fokus kini beralih ke pemenuhan free float saham, dengan CUAN masuk sebagai konstituen baru.

(Bisnis.Com) 27/04/26 09:34 203556

Bisnis.com, JAKARTA — Perombakan terbaru konstituen indeks lq45 periode Mei–Juli 2026 disebut sudah diantisipasi investor dengan skenario mengeluarkan saham dengan kepemilikan konsentrasi tinggi (HSC). Adapun, fokus investor saat ini beralih ke pemenuhan free float.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama, menyampaikan rebalancing indeks terlikuid LQ45 yang mengeluarkan saham big caps BREN dan DSSA sejatinya telah diproyeksikan pasar. Menurut dia, harga saham terdampak saat ini sudah priced-in terhadap kebijakan High Shareholding Concentration (HSC) yang diterapkan BEI.

“Pasar sudah memproyeksikan pengaruh dari kebijakan HSC ini. Ke depan, investor akan lebih fokus pada pemenuhan kriteria free float saham,” pungkas Nafan saat dihubungi Bisnis pada Minggu (26/4/2026).

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan saham konstituen Indeks LQ45 yang berlaku mulai 4 Mei 2026 hingga 31 Juli 2026. Berdasarkan pengumuman bursa, saham terafiliasi Prajogo Pangestu yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) resmi masuk ke dalam Indeks LQ45.

Selain CUAN, daftar penghuni baru indeks paling likuid tersebut mencakup PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI).

Di sisi lain, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo juga harus keluar dari LQ45. Selain BREN, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) turut ikut terdepak.

Dengan rebalancing ini, Nafan menyebut likuiditas pasar akan bergeser dari emiten yang keluar menuju konstituen baru yang memiliki fundamental kuat, pertumbuhan laba stabil, dan rasio saham publik atau free float yang sehat.

Nafan menyatakan bahwa masuknya emiten baru ke dalam indeks likuid tersebut diharapkan mampu menarik perhatian investor institusi, serta mendorong apresiasi harga seiring peningkatan volume transaksi harian.

Dari sisi aliran dana, dia menilai manajer investasi domestik diprediksi segera melakukan penyesuaian bobot portofolio agar selaras dengan benchmark LQ45 yang baru. Langkah itu diyakini bakal meningkatkan efisiensi pasar karena modal dialihkan ke saham-saham yang lebih likuid dan transparan.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#indeks-lq45 #free-float-saham #saham-bren #saham-dssa #saham-cuan #saham-dewa #saham-essa #saham-hrta #saham-wifi #saham-ctra #saham-heal #saham-nckl #rebalancing-indeks #likuiditas-pasar #manajer-inv

https://market.bisnis.com/read/20260427/7/1969475/pasar-sudah-antisipasi-nasib-bren-dan-dssa-fokus-berikutnya-ke-pemenuhan-free-float