Produksi Tembaga & Emas Freeport Anjlok 67% pada Kuartal I/2026

Produksi Tembaga & Emas Freeport Anjlok 67% pada Kuartal I/2026

Produksi tembaga dan emas Freeport Indonesia turun drastis pada kuartal I/2026 akibat longsor di tambang Grasberg pada tahun lalu.

(Bisnis.Com) 26/04/26 14:47 203144

Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) tertekan pada kuartal I/2026 akibat belum pulihnya operasi tambang Grasberg pasca insiden longsor (mud rush) pada 2025.

Dalam ringkasan laporan kinerja induk PTFI, Freeport McMoran (FCX), yang dikutip pada Minggu (26/4/2026), produksi dan penjualan PTFI tercatat turun tajam seiring terbatasnya kapasitas tambang bawah tanah Grasberg.

Tercatat, produksi tembaga mencapai 95 juta pound pada kuartal I/2026, anjlok 67,90% dari 296 juta pound pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan tembaga juga merosot menjadi 82 juta pound dari sebelumnya 290 juta pound, dengan rata-rata harga penjualan tembaga naik menjadi US$5,89 per pound dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$4,34 per pound.

Penurunan serupa terjadi pada produksi emas yang turun 67,60% menjadi 92.000 ounce dari 284.000 ounce. Adapun, penjualan emas juga menurun menjadi 116.000 ounce dari kinerja kuartal I/2025 sebesar 125.000 ounce. Namun, rata-rata harga penjualan emas melonjak menjadi US$4.893 per ounce pada kuartal I/2026 dibandingkan kuartal I/2025 sebesar US$3.072 per ounce.

"Penurunan tersebut mencerminkan tingkat operasi yang lebih rendah setelah insiden longsor pada September 2025," jelas manajemen dalam laporan tersebut.

Tekanan volume produksi ini dipicu oleh proses pemulihan bertahap tambang Grasberg Block Cave setelah insiden longsor pada September 2025. Operasi baru mulai memasuki fase ramp-up kembali pada akhir Maret 2026, dengan kapasitas yang masih terbatas.

Kendati demikian, dari sisi biaya, kinerja menunjukkan perbaikan signifikan. Unit net cash cost tercatat negatif US$3,53 per pound tembaga, jauh lebih baik dibandingkan biaya positif US$0,64 per pound pada kuartal I/2025.

Perbaikan tersebut didorong oleh tingginya kontribusi by-product yang memberikan kredit signifikan terhadap biaya produksi.

Beban tetap muncul dari biaya fasilitas menganggur dan pemulihan operasional yang mencapai US$406 juta sepanjang kuartal I/2026. Adapun, beban tersebut tidak dimasukkan dalam perhitungan biaya kas.

Dari sisi prospek, penjualan tembaga Freeport Indonesia sepanjang 2026 diproyeksikan hanya sekitar 0,7 miliar pound, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 0,9 miliar pound. Sementara itu, penjualan emas diproyeksi sebesar 650.000 ounce, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 800.000 ounce.

Penurunan target tersebut mencerminkan penyesuaian jadwal ramp-up tambang Grasberg yang tertunda akibat kebutuhan modifikasi infrastruktur pengangkutan bijih.

Selain itu, tingkat produksi diperkirakan baru mencapai sekitar 65% kapasitas pada paruh kedua 2026 dan pulih sepenuhnya mendekati akhir 2027.

#freeport #freeport-indonesia #tembaga #produksi-emas #grasberg

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260426/44/1969361/produksi-tembaga-emas-freeport-anjlok-67-pada-kuartal-i2026