Menkeu Jelaskan Maksud “Survival Mode”, Pemerintah Perketat Pajak dan Belanja
Menkeu jelaskan “survival mode” bukan krisis. Pemerintah perketat pajak, belanja, dan tutup kebocoran untuk hadapi tekanan global.
(Kompas.com) 24/04/26 18:46 202084
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan maksud pernyataannya soal Indonesia masuk mode “survival” di tengah tekanan global.
Ia menegaskan istilah tersebut bukan menandakan kondisi krisis. Istilah itu menjadi sinyal perubahan cara kerja pemerintah yang tidak lagi longgar.
“Artinya kita nggak boleh main-main lagi. Artinya kalau kita nggak ada ruang atau untuk bermain-main lagi segala kemewahan di mana ada peluang yang kita bisa buat,” kata Purbaya dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Purbaya menyebut mode bertahan berarti pemerintah harus bekerja lebih serius. Ruang inefisiensi, kebocoran penerimaan, dan program setengah jalan harus ditekan.
Persaingan global yang makin ketat mendorong perubahan pendekatan tersebut. Pemerintah perlu memastikan setiap kebijakan ekonomi berjalan efektif.
Pengelolaan pajak, program pemerintah, dan kebijakan fiskal menjadi fokus utama. Ia mengingatkan kelonggaran dalam aspek tersebut berisiko membuat Indonesia tertinggal.
“Kalau pajaknya main-main, hancur kita kira-kira gitu. Kalau programnya main-main, kita akan digiling bangsa lain. Jadi kita survival mode,” ujar dia.
Dalam kerangka itu, pemerintah akan memaksimalkan seluruh instrumen fiskal. Penerimaan negara dan belanja menjadi area yang diawasi lebih ketat.
Seluruh program di bawah Kementerian Keuangan akan dipantau agar tepat sasaran. Pemborosan menjadi perhatian utama.
Pengawasan juga diperkuat melalui satuan tugas percepatan pembangunan. Satgas tersebut dibentuk melalui keputusan presiden.
“Pak Presiden sudah mengeluarkan kepres yang percepatan pembangunan itu. Itu kan semua diawasi nanti di satu satgas,” ujar Purbaya.
Ia menekankan penutupan celah inefisiensi menjadi inti dari “survival mode”. Kebocoran yang disengaja juga menjadi target perbaikan.
Sektor perpajakan dan cukai menjadi fokus pengawasan. Dua sektor ini dinilai masih memiliki ruang optimalisasi penerimaan.
Purbaya mengakui reformasi sudah berjalan. Namun, celah kebocoran masih ditemukan dan perlu ditutup.
“Walaupun udah maju ya, bea cukai dan pajak. Tapi kita masih ada lihat kebocoran, bahkan kebocoran ruang sana sini yang masih bisa ditutup. Jadi itu yang disebut survival mode,” kata dia.
Ia menegaskan “survival mode” merupakan strategi disiplin dan percepatan kerja pemerintah. Pendekatan ini digunakan untuk menghadapi tekanan global.
Fokus pemerintah tidak hanya menjaga pertumbuhan ekonomi. Efisiensi penggunaan sumber daya negara juga menjadi prioritas agar tidak ada pemborosan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang