Purbaya Ungkap Alasan Ganti Dua Dirjen: Dari Internal, Jadi Kita Rapikan Sedikit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara perihal perombakan pejabat eselon I Kemenkeu, mengakui adanya dinamika internal demi jaga kredibilitas.
(Kompas.com) 24/04/26 18:37 202082
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pergantian Dirjen Anggaran Luky Alfirman, serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Febrio Nathan Kacaribu sedikit banyak berkaitan dengan dinamika internal, meskipun bukan satu-satunya faktor di balik keputusan tersebut.
"Iya dan tidak, iya ada sedikit tetapi tidak itu saja ada yang lain-lain. Itu dari internal, jadi kita rapikan sedikit," kata Purbaya dalam media briefing di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK), Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Menurut Purbaya, ada sejumlah persoalan yang menjadi perhatian, termasuk beredarnya berbagai informasi dari internal Kementerian Keuangan yang dinilai dapat memengaruhi kredibilitas pemerintah.
Ia mencontohkan adanya informasi yang sempat beredar mengenai kondisi APBN, termasuk narasi bahwa uang negara hanya cukup untuk tiga minggu atau tersisa Rp 120 triliun, yang menurutnya menimbulkan persepsi keliru di publik dan pasar.
Selain itu, ia juga menyinggung adanya informasi dari internal terkait dirinya, termasuk soal gaya kepemimpinan dan komunikasi dengan investor, yang menurutnya turut menjadi bagian dari evaluasi internal.
Karena itu, menurut Purbaya, perombakan dilakukan salah satunya untuk merapikan kondisi di internal kementerian.
Saat ditanya apakah ada perbedaan pandangan dengan sejumlah pejabat Kementerian Keuangan terkait kondisi APBN, Purbaya mengatakan perbedaan pendapat merupakan hal wajar.
"Kalau perbedaan pendapat enggak apa-apa, kita kalau perbedaan pendapat boleh lho di keuangan," jelasnya.
Namun, ia menegaskan yang menjadi masalah adalah ketika muncul informasi yang menyesatkan dan berpotensi menurunkan kredibilitas pemerintah.
Menurut Purbaya, perbedaan pandangan maupun perdebatan di internal bukan persoalan, tetapi penyampaian angka atau informasi yang menimbulkan persepsi salah soal kondisi fiskal perlu diluruskan.
Purbaya menegaskan informasi seperti narasi APBN hanya cukup untuk beberapa pekan dapat membentuk persepsi negatif dan karena itu perlu dirapikan.
Purbaya sendiri telah menunjuk pejabat sementara alias Pelaksana Harian (Plh) menyusul dicopotnya dua pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tersebut.
Saat ini Purbaya telah menunjuk Plh Dirjen Anggaran yakni Sudarto, yang menjabat Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara.
Kemudian sebagai Plh Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal yakni Ferry Ardianto, yang sehari-hari menjabat Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi.
"Itu orang-orang kuat di Departemen Keuangan," ucap Purbaya.
Selain dua posisi tersebut, kekosongan jabatan eselon I Kemenkeu juga terdapat pada kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) yang sebelumnya ditinggalkan oleh Masyita Crystallin.
Purbaya menunjuk Herman Saheruddin selaku Plt Direktur Jenderal (Dirjen) Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK).
Purbaya mengatakan Herman akan ditetapkan sebagai pejabat definitif yang mengisi kursi Dirjen SPSK.
Pengesahannya tinggal menunggu surat Keputusan Presiden Prabowo Subianto.
"Calon pejabat barunya dia (Herman), tinggal menunggu surat prosesnya saja, proses suratnya," kata Purbaya.
Nama-nama kandidat terpilih nantinya akan diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan.
Purbaya menargetkan proses transisi kepemimpinan itu dapat rampung pada bulan depan.
“Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei,” terangnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#apbn #kredibilitas-pemerintah #dinamika-internal #perombakan-kemenkeu