Ekspor ke Australia, Pupuk Indonesia Jamin Stok Petani Lokal Aman
Indonesia siap ekspor 250 ribu ton urea ke Australia. Pupuk Indonesia pastikan stok domestik tetap aman dan produksi mencukupi.
(Kompas.com) 24/04/26 18:27 202079
JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pupuk Indonesia memastikan kesiapan produksi untuk mendukung rencana ekspor urea ke Australia.
Rencana ini menyusul persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk mengekspor 250.000 ton urea.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan kapasitas produksi dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus ekspor.
“Kami memastikan kesiapan dari sisi produksi maupun pasokan untuk mendukung rencana pemerintah. Kapasitas yang kami miliki memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menangkap peluang ekspor,” kata dia dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).
Kapasitas produksi urea mencapai 9,4 juta ton per tahun. Produksi pada 2026 diproyeksikan sebesar 7,8 juta ton.
Kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton. Selisih produksi memberi ruang bagi ekspor.
Ketersediaan bahan baku gas alam dinilai mendukung keberlanjutan produksi. Pasokan dan harga relatif stabil.
“Kapasitas produksi yang kami miliki dapat menjaga kebutuhan pupuk nasional tetap terpenuhi, sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk berperan dalam menjaga stabilitas pasokan pupuk regional,” kata Rahmad.
Pupuk Indonesia menyiapkan ekspor melalui skema government to government.
Prioritas tetap pada pemenuhan kebutuhan petani di dalam negeri.
Stok pupuk tercatat 1,19 juta ton hingga pertengahan pekan ini. Produksi berjalan dengan kapasitas harian 25.000 ton urea dan 15.000 ton pupuk NPK.
“Sebagaimana arahan pemerintah, prioritas utama kami tetap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Ekspor dilakukan secara selektif dan terukur dengan mempertimbangkan keseimbangan pasokan nasional,” ujar dia.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengapresiasi keputusan tersebut.
Apresiasi disampaikan melalui sambungan telepon pada Selasa (21/4/2026).
“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Teddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang