IHSG Anjlok 3 Persen, Investor Ritel Diimbau Lebih Selektif
IHSG anjlok 3,30% dipicu sentimen negatif global, peringkat bank lokal, dan pelemahan Rupiah. Investor perlu strategi cerdas di tengah volatilitas pasar saham.
(Kompas.com) 24/04/26 14:52 201766
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merah hari ini dengan parkir di level 7.134 atau turun 3,30 persen setara 245,96 poin pada pukul 14.32 WIB.
Sebelumnya, IHSG turun pada penutupan sesi pertama sebesar 3,06 persen setara 225,75 poin dibandingkan level pembukaannya.
Pada sesi pertama IHSG parkir di level 7.152,85.
Penyebab IHSG anjlok hari ini karena adanya tiga sektor yang menjadi beban yakni energi yang turun 29,62 poin, finansial turun 20,77 poin, dan basic material turun 20,56 poin.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, penyebab IHSG turun hari ini dipengaruhi juga oleh bursa regional Asia yang sebagian besar melemah pada Jumat ini.
Hal ini terjadi seiring kenaikan harga minyak yang menekan sentimen, di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz.
"Ketidakpastian pasokan yang masih berlangsung membuat harga energi tetap tinggi, sehingga memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan global," kata dia dalam risetnya, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu di Jepang, ia menjelaskan indeks Nikkei menguat setelah inflasi mengalami kenaikan dari sebelumnya 1,3 persen menjadi 1,5 persen.
Namun, kenaikan tetap terbatas karena capaian ini masih dibawa target Bank of Japan (BoJ) yang sebesar 2 persen.
Di dalam negeri, IHSG anjlok setelah Fitch Ratings menurunkan outlook kredit empat bank besar di Indonesia yaitu Bank Mandiri (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Negara Indonesia (BBNI), dari stabil menjadi negatif.
Di sisi lain untuk melindungi stok minyak mentah di tengah konflik di Timur Tengah, pemerintah mengamankan 150 juta barrel minyak Rusia sebagai bagian dari strategi energi nasional.
Nico menjelaskan, pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan terbesar BNBA, BRNA, RODA, DIVA, dan CTTH.
Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar SKBM, HOPE, LPPF, KOBX, DEFI.
Ia sendiri merekomendasikan investor untuk mengoleksi ESSA dengan support dan resistance di rentang 920–1.020.
IHSG bisa lanjut melemah ke 7.100
Phintraco Sekuritas menjelaskan, IHSG turun hari ini pada perdagangan sesi pertama karena secara teknikal, indikator MACD membentuk death cross diiringi dengan stochastic RSI yang mengarah ke bawah di pivot area.
"Sehingga kami memperkirakan, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level 7.125-7.100 pada sesi kedua Jumat ini," tulis riset tersebut.
IHSG anjlok hari ini memang dibayangi dengan sentimen negatif yang berasal dari pelemahan kurs rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17,300 per dollar AS dan ditutup pada level Rp 17,286 per dollar AS di pasar spot.
"Ini menjadi level penutupan terburuk bagi rupiah sepanjang masa serta merupakan pelemahan paling dalam di Asia," tulis riset Phintraco.
Pelemahan rupiah yang relatif cepat ini di luar estimasi pasar sebelumnya.
Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di harga tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja.
Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh data uang beredar dalam arti luas (M2) yang tumbuh 9,7 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp 10,355 triliun di Maret 2026.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 8,7 persen secara tahunan pada Februari 2026.
Kenaikan ini didorong oleh peningkatan uang beredar M1 sebesar 14,4 persen secara tahunan dan uang kuasi sebesar 5,2 persen secara tahunan.
Perkembangan M2 ini juga dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada pemerintah pusat dan penyaluran kredit.
"Hal ini diperkirakan seiring dengan adanya Hari Raya Idul Fitri di Maret 2026 sehingga jumlah uang beredar meningkat untuk transaksi, investasi dan, konsumsi," tutup riset tersebut.
Dana asing keluar dari pasar saham Indonesia
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, melihat pelemahan yang terjadi pada IHSG masih berada dalam koridor koreksi yang wajar, meski arus keluar dana asing terus membebani pergerakan pasar.
Ia mencatat IHSG dibayangi aksi jual bersih (net sell) investor asing sebesar Rp 1,36 triliun pada perdagangan Kamis (23/4/2026).
Secara kumulatif sejak awal tahun, net foreign sell telah mencapai Rp 35,11 triliun.
Tekanan itu menggambarkan masih dominannya sikap risk-off di kalangan investor global terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Secara teknikal, Nafan menilai pergerakan IHSG saat ini berpotensi menguji fase lanjutan dalam struktur gelombang, yakni “wave (ii) atau wave (a)” sebagai bagian dari pola korektif.
Meski demikian, indikator menunjukkan sinyal yang beragam.
Relative Strength Index (RSI) mulai mengindikasikan momentum positif yang didukung peningkatan volume transaksi, tetapi indikator Stochastic K_D justru memberikan sinyal negatif, menandakan potensi volatilitas masih cukup tinggi dalam jangka pendek.
“Secara teknikal, IHSG hanya mengalami koreksi wajar dan memungkinkan untuk menguji “wave (ii) atau wave (a)” target.
Berdasarkan indikator, RSI menunjukkan sinyal positif didukung kenaikan volume, namun Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif,” ujar dia.
Investor harus selektif pilih saham
Dalam kondisi tersebut, Nafan menyarankan investor ritel selektivitas dalam memilih saham.
Investor disarankan untuk fokus pada emiten dengan fundamental yang solid, valuasi yang relatif murah, serta saham yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan tren.
Selain itu, disiplin dalam penerapan manajemen risiko menjadi kunci di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
“Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid; Fokus pada saham bervaluasi murah; Fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” tutup dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#fitch-ratings #rupiah-melemah #ihsg-anjlok #pasar-saham-indonesia