IHSG Anjlok 3 Persen, Saham AMMN, BBCA, hingga BREN Berguguran
IHSG anjlok 3,06% di sesi I perdagangan, tertekan aksi jual big caps seperti AMMN & BBCA. Nafan Aji Gusta mengungkap pemicunya. Semua sektor memerah.
(Kompas.com) 24/04/26 12:41 201589
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu keluar dari tekanan hingga penutupan sesi I perdagangan, Jumat (24/4/2026). Indeks turun 3,06 persen ke level 7.152,853.
Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pelemahan indeks terjadi seiring aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar dan grup konglomerasi yang menjadi penopang utama pasar, di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham AMMN ditutup di level 4.870, merosot 355 poin atau 6,79 persen.
Di sektor perbankan, BBCA juga tidak mampu menahan tekanan. Saham BBCA turun 350 poin atau 5,45 persen ke posisi 6.075.
Sementara itu, BREN melemah 210 poin atau 4,26 persen ke level 4.720.
Adapun TLKM turun 100 poin atau 3,47 persen ke posisi 2.780.
“Saham grup konglomerasi dan bluechips kompak memerah, seperti AMMN turun 6,6 persen, BBCA turun 5,8 persen, BREN turun 4,3 persen, dan TLKM anjlok 3,5 persen,” ujar Nafan saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Secara sektoral, seluruh indeks mencatatkan pelemahan, menandakan tekanan yang bersifat menyeluruh di pasar.
Penurunan paling tajam terjadi pada sektor infrastruktur dan energi.
Kondisi ini juga sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham di kawasan Asia yang bergerak di zona negatif pada perdagangan siang hari.
Hanya bursa Tokyo yang mampu mencatatkan penguatan terbatas, naik sekitar 0,7 persen, sementara pasar lainnya cenderung tertekan.
“Seluruh indeks sektoral mengalami koreksi, dengan IDX Infrastructure dan IDX Energy yang mengalami penurunan terbesar. Mayoritas bursa-bursa utama Asia siang ini berada di zona merah, kecuali Tokyo yang justru menguat nyaris 0,7 persen,” paparnya.
Untuk diketahui, IHSG menutup sesi I dengan penurunan tajam.
IHSG tercatat turun 225,752 poin atau 3,06 persen ke area 7.152,853.
Sejak dibuka di angka 7.378,072, indeks langsung bergerak di zona merah dan terus melanjutkan tren penurunan hingga menyentuh angka terendah di 7.147,579.
Sementara itu, level tertinggi di 7.383,400.
Sebanyak 642 saham terkoreksi, jauh melampaui 90 saham yang menguat, sementara 82 saham tidak mengalami perubahan.
Aktivitas perdagangan terpantau tinggi dengan volume mencapai 28,638 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 13,243 triliun, serta frekuensi transaksi 1,66 juta kali.
Kapitalisasi pasar tercatat turun menjadi Rp 12.805,516 triliun.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#mirae-asset-sekuritas #ihsg-anjlok #saham-kapitalisasi-besar #pelemahan-pasar