Pengurus Daerah PPP Kembali Pertanyakan Peran yang Taj Yasin Lakukan untuk Partai
Di tengah isu terkait adanya persoalan internal di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pengurus daerah justru menyampaikan pandangan berbeda. Di tengah isu... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 23/04/26 16:28 200792
JAKARTA - Di tengah isu terkait adanya persoalan internal di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP), pengurus daerah justru menyampaikan pandangan berbeda. Mereka menilai bahwa kondisi partai tetap berjalan normal dan solid, tetapi justru permasalahan hadir dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taj Yasin Maimoen ."Kita semua Alhamdulillah tidak merasa ada permasalahan di internal partai. Justru masalah itu hadir dan ada dari diri Sekjen sendiri yang tidak pernah mau ikut membangun partai sejak ditetapkannya SK Menkum," ujar Ketua DPW PPP Papua Barat Yasman Yasir, Kamis (23/4/2026).
Senior PPP yang juga anggota DPRD ini menyoroti peran Sekjen dalam aktivitas organisasi, yang selama ini tidak terlihat dalam menjalankan fungsi kepartaian.
"Pada kenyataannya Sekjen tidak pernah terlihat dan hadir. Bahkan, menginjakkan kantor DPP pun belum pernah. Jadi menurut saya sangat tidak profesional," tegas Yasman Yasir.
Dia menyarankan agar Sekjen bersikap legawa apabila merasa tidak mampu menjalankan tugasnya secara maksimal. "Kalau memang tidak sanggup menjadi Sekjen, silakan legowo untuk mengurus warga Jateng saja dan cukup menjadi Wagub," katanya.
Menurutnya, pandangan tersebut bukan hanya berasal dari dirinya, melainkan juga menjadi kesepakatan banyak pengurus di daerah. Dia mengatakan, ketua dan sekretaris wilayah se-Indonesia telah meminta Ketua Umum Muhamad Mardiono untuk segera mengganti posisi Sekjen. "Kami di daerah sepakat meminta kepada Ketua Umum untuk mengganti Sekjen dengan sosok yang lebih mampu."
Dia juga mempertanyakan kontribusi nyata Sekjen terhadap struktur partai di daerah, yang menurutnya selama ini tetap berjalan aktif melalui berbagai agenda konsolidasi. "Jadi pertanyaannya, DPW mana yang diurusi oleh Sekjen? Sedangkan kami seluruh DPW se-Indonesia sudah menjalankan roda organisasi dengan pelaksanaan Muswil-Muscab. Apa yang sudah dijalankan Sekjen? Tidak ada," pungkasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa dinamika yang berkembang tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di internal PPP, khususnya di tingkat daerah yang tetap bergerak menjalankan roda organisasi.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ka\'bah (GPK) M Thobahul Aftoni menyebut desakan Sekjen PPP mundur hanyalah rumor dan wacana akibat adanya disinformasi yang digiring oleh segelintir orang yang hanya ingin memperkeruh suasana.
"Saya kira itu hanya rumor saja. Mungkin disebabkan karena adanya disinformasi yang sengaja digiring untuk memperkeruh suasana," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Aftoni menambahkan bahwa tuduhan Sekjen tidak aktif itu sepenuhnya tidak benar. Sekjen Taj Yasin beberapa kali hadir di acara konsolidasi yang dilaksanakan di beberapa daerah.
(zik)