Indramayu Siapkan Kawasan Industri Perikanan Terintegrasi
Pemerintah pusat dan daerah mengembangkan kawasan industri perikanan terintegrasi di Indramayu, Jawa Barat, untuk memperkuat ekonomi nelayan melalui koperasi.
(Bisnis.Com) 22/04/26 02:00 198534
Bisnis.com, INDRAMAYU - Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah mulai mematangkan rencana pengembangan kawasan industri perikanan terintegrasi berbasis koperasi di wilayah pesisir Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Proyek ini disiapkan di atas lahan seluas 20 hektare hingga 60 hektare dan akan dilengkapi infrastruktur pendukung untuk memperkuat ekonomi nelayan.
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Joko Juliantono mengatakan, dalam peninjauan lapangan beberapa waktu lalu, pemerintah mengidentifikasi sejumlah titik strategis di Desa Parean Girang dan Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, sebagai lokasi pengembangan kawasan industri.
Dia menyebutkan, kawasan pesisir yang ditinjau memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra industri perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan ini dirancang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup pengolahan, distribusi, hingga penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi.
“Lahan yang tersedia bervariasi antara 20-60 hektare dan akan dimanfaatkan untuk kawasan industri perikanan terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Dalam konsep yang disusun, kawasan tersebut akan dilengkapi fasilitas penyimpanan hasil tangkapan seperti cold storage untuk menjaga kualitas ikan, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan 3 hingga 4 unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) guna menjamin ketersediaan bahan bakar bagi aktivitas melaut.
Menurutnya, pengembangan SPBUN dinilai menjadi komponen penting dalam rantai produksi perikanan, mengingat selama ini nelayan kerap menghadapi kendala akses bahan bakar yang berdampak pada biaya operasional.
"Dengan adanya fasilitas tersebut, efisiensi biaya diharapkan meningkat dan produktivitas nelayan dapat terdongkrak," katanya.
Selain aspek infrastruktur, lanjutnya, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan melalui koperasi yang akan menjadi motor pengelolaan kawasan. Dukungan pendanaan akan melibatkan badan layanan umum (BLU), khususnya lembaga pengeola dana bergulir (LPDB) untuk memperkuat permodalan pelaku usaha perikanan.
"Model pembiayaan berbasis koperasi ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi nelayan dan pelaku usaha kecil di sektor perikanan, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pesisir. Integrasi kelembagaan koperasi juga diproyeksikan meningkatkan posisi tawar nelayan dalam rantai distribusi," tuturnya.
Selain itu, pengembangan kawasan ini juga akan disinergikan dengan program kampung nelayan merah putih yang telah berjalan di sejumlah daerah. Integrasi program tersebut ditujukan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan, mulai dari produksi hingga pemasaran.
#indramayu-industri-perikanan #kawasan-industri-perikanan #industri-perikanan-terintegrasi #koperasi-perikanan-indramayu #ekonomi-nelayan-indramayu #desa-parean-girang #desa-eretan-kulon #kecamatan-kan