Meta Buatkan Kloning AI Mark Zuckerberg untuk Gantikan Tugas Sebagai CEO
Meta mengembangkan AI kloning Mark Zuckerberg untuk menggantikan tugas CEO, meningkatkan interaksi dengan karyawan, dan mendukung efisiensi perusahaan.
(Bisnis.Com) 20/04/26 13:40 196619
Bisnis.com, JAKARTA — Meta mengembangkan karakter kecerdasan artifisial (AI) fotorealistik berbasis sosok CEO Mark Zuckerberg untuk berinteraksi dengan para karyawannya.
Teknologi ini dirancang untuk memberikan masukan dan saran strategi perusahaan secara otomatis saat sang pendiri tidak dapat hadir secara nyata.
Proyek ambisius ini melatih model AI menggunakan data perilaku, nada bicara, serta pernyataan publik Zuckerberg mengenai arah kebijakan korporasi. Pengembangan tersebut diharapkan mampu memperkuat koneksi antara pimpinan dan sekitar 79.000 karyawan Meta yang tercatat
Melansir dari Engadget, Zuckerberg terlibat langsung dalam proses pengembangan teknis ini secara personal. Sang pendiri Facebook ini dikabarkan meluangkan waktu sekitar lima hingga sepuluh jam setiap pekan untuk melakukan peninjauan teknis dan aktivitas pengodean mandiri atau vibe coding.
Karakter AI tersebut menggunakan data gambar dan suara tingkat tinggi untuk mereplikasi persona sang eksekutif secara akurat. Selain untuk kepentingan internal, Meta memproyeksikan teknologi ini nantinya dapat diadopsi oleh para kreator digital dan influencer untuk mengelola kehadiran virtual mereka di masa depan.
"Meta yakin teknologi ini dapat membantu pengguna mengelola kehadiran virtual mereka sendiri," ungkap sumber yang mengetahui rencana tersebut dilansir dari Engadget, Senin (20/4/2026).
Selain kloning diri sendiri, Meta juga dilaporkan sedang menggarap proyek terpisah berupa agen AI CEO. Alat tambahan ini berfungsi membantu Zuckerberg dalam mencari jawaban dan mengolah informasi internal secara lebih cepat guna mendukung produktivitas kerja harian.
Inisiatif ini muncul di tengah dorongan masif manajemen agar seluruh staf menggunakan alat AI secara maksimal dalam operasional harian. Zuckerberg menyatakan kepada investor bahwa investasi pada alat bantu berbasis AI dapat membantu perusahaan menyelesaikan lebih banyak tugas dengan struktur tim yang lebih ramping.
Fokus pada efisiensi ini bertepatan dengan kabar mengenai rencana restrukturisasi besar-besaran yang diprediksi akan berdampak pada 20% tenaga kerja Meta. Para manajer produk dilaporkan mulai melatih staf melalui latihan standarisasi kemampuan berbasis AI dan latihan vibe coding.
Namun, pengembangan avatar fotorealistik ini tidak lepas dari tantangan teknis, terutama terkait kebutuhan daya komputasi yang sangat besar. Sejumlah narasumber internal menyebut proyek ini berisiko menyedot sumber daya infrastruktur digital perusahaan yang saat ini sudah sangat terbatas.
Sebelumnya, Meta sempat meluncurkan fitur chatbot berbasis selebritas pada Oktober 2023 dengan investasi jutaan dolar. Namun, proyek tersebut dihentikan kurang dari setahun setelah peluncurannya menyusul berbagai ulasan negatif dan klaim kontroversial yang dihasilkan oleh sistem tersebut.
Meta juga baru saja merilis model AI "Muse Sparks" melalui unit Superintelligence Labs yang diklaim hemat daya namun memiliki kecepatan tinggi. Meski demikian, performa model tersebut dinilai sejumlah pengamat masih tertinggal jika dibandingkan dengan para pesaing di industri AI saat ini.
Terkait pengembangan kloning digital ini, perusahaan berharap dapat menciptakan standar baru dalam interaksi kepemimpinan di era digital. Karyawan yang tetap bertahan di perusahaan kemungkinan besar akan segera berinteraksi dengan versi digital Zuckerberg untuk mendapatkan arahan operasional.
#meta-kloning-ai #ai-mark-zuckerberg #kloning-ceo-meta #ai-fotorealistik #interaksi-karyawan-meta #strategi-perusahaan-ai #ai-perilaku-zuckerberg #zuckerberg-vibe-coding #ai-kreator-digital #agen-ai-ce