Kemenko PM Perkuat Ekosistem Ekonomi Desa di Lampung Timur
Kemenko PM memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi desa di Kabupaten Lampung Timur melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas.
(Kompas.com) 17/04/26 17:23 194812
JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi desa di Kabupaten Lampung Timur melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas.
Upaya ini difokuskan pada optimalisasi potensi lokal dengan menitikberatkan pada peningkatan modal sosial dan ekonomi masyarakat.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja MigranKemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada inisiatif masyarakat di tingkat lokal.
SHUTTERSTOCK/ODUA IMAGES Ilustrasi UMKM."Kehadiran kami di Lampung Timur adalah untuk memastikan konsep \'Perintis Berdaya\' tumbuh bersama kearifan lokal. Kita berupaya mentransformasi ketergantungan menjadi kemandirian dengan membangun ekosistem ekonomi desa yang tangguh, di mana setiap local champion atau tokoh penggerak lokal menjadi pilar utamanya," ujar Leontinus dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Menurut dia, pendekatan pembangunan yang bersifat top-down kerap tidak sepenuhnya menangkap dinamika lokal.
Karena itu, penguatan ekosistem desa diarahkan pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar program yang dijalankan lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Kemenko PM juga menggelar sesi Dialog Bersama Deputi (DBD). Forum ini menjadi ruang bagi pelaku usaha, koperasi, serta pemangku kepentingan lain untuk menyampaikan aspirasi dan tantangan yang dihadapi secara langsung.
Leontinus menegaskan, pemerintah berperan sebagai pendengar aktif untuk memastikan kebijakan yang dirumuskan melalui fungsi Koordinasi, Sinkronisasi, dan Pengendalian (KSP) bersifat inklusif dan solutif.
SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM.Ekosistem pemberdayaan yang dikembangkan bertumpu pada empat pilar utama, yakni inovasi digital, literasi keuangan, ekosistem kewirausahaan, dan pelindungan pekerja migran.
Implementasi keempat pilar ini diarahkan untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, serta sistem pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara terintegrasi.
Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyatakan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa.
"Kami berkomitmen menyelaraskan gerak pembangunan daerah dengan program pusat. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan Kemenko PM, kami yakin potensi besar pertanian dan UMKM di desa-desa kami akan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri," ujar Ela.
Selain pemerintah, keterlibatan organisasi internasional juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut. Koordinator Program ILO PROTECT untuk Migrasi Kerja, Sinthia Harkrisnowo, menyatakan dukungannya terhadap peningkatan standar pelindungan pekerja migran.
"Kami mendukung penuh rencana aksi nasional pelindungan pekerja migran melalui peningkatan literasi digital dan keterampilan teknis agar mereka mampu bersaing secara global dengan jaminan keselamatan kerja yang mumpuni," kata Sinthia.
Leontinus menambahkan, pelindungan pekerja migran perlu dimulai dari tingkat desa melalui penguatan modal sosial sebagai fondasi utama.
"Negara hadir untuk memastikan jaringan dukungan komunitas di desa menjadi benteng perlindungan pertama bagi pekerja migran kita, memastikan mereka berangkat dengan informasi yang benar dan pulang dengan kesuksesan yang berkelanjutan," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#umkm #pekerja-migran #ekonomi-desa #kewirausahaan #kemenko-pm