LPPF, ADRO, hingga UNTR Kompak Bagi Dividen, Ini Potensi Yield-nya
Sejumlah emiten besar membagikan dividen jumbo dari laba 2025. Dari ritel hingga tambang, peluang cuan bagi investor ritel semakin terbuka
(Kompas.com) 17/04/26 14:32 194569
JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah emiten papan atas kompak mengumumkan akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025.
Beberapa emiten seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) menawarkan potensi imbal hasil (yield) yang menarik bagi investor ritel.
Besaran dividen yang dibagikan pun bervariasi, dengan sebagian emiten mencatat payout ratio tinggi hingga mendekati seluruh laba bersih.
LPPF: Dividen Rp 250 per saham, harga saham menguat
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menetapkan dividen tunai sebesar Rp 556,81 miliar atau Rp 250 per saham.
Keputusan pembagian dividen ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 15 April 2026.
Pembagian dividen tersebut mengacu pada laba bersih Rp 725,37 miliar per 31 Desember 2025, dengan saldo laba ditahan Rp 3,84 triliun.
Adapun jadwal pembagian dividen LPPF:
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 23 April 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 24 April 2026
- Cum dividen pasar tunai: 27 April 2026
- Ex dividen pasar tunai: 28 April 2026
- Pembayaran dividen: 4 Mei 2026
Di pasar, saham LPPF tercatat menguat 0,78 persen ke level Rp 1.940 per saham, seiring respons positif terhadap pembagian dividen.
ADRO: Payout hampir 100 persen, yield final sekitar 4,6 persen
Dari sektor energi, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) memilih strategi yang lebih agresif dengan membagikan dividen sebesar 447,5 juta dollar AS atau setara 99,96 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
ADRO menyetujui pembagian dividen sebesar 447,5 juta dollar AS atau setara 99,96 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Sebagian dividen telah dibayarkan sebagai interim sebesar 250 juta dollar AS (Rp 145,14 per saham) pada 15 Januari 2026. Sementara sisanya sebesar 197,5 juta dollar AS akan dibagikan sebagai dividen final.
Berdasarkan estimasi, dividen final berpotensi sekitar Rp 117 per saham. Dengan harga saham Rp 2.530, yield dividen final diperkirakan berada di kisaran 4,6 persen.
Di tengah pembagian dividen besar, kinerja ADRO pada 2025 mengalami tekanan. Laba bersih tercatat turun 67 persen menjadi 447,69 juta dollar AS, seiring penurunan pendapatan menjadi 1,87 miliar dollar AS.
UNTR: Yield tembus 5 persen
Sementara itu, dari lini alat berat dan pertambangan, PT United Tractors Tbk menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
Perseroan menetapkan dividen total Rp 1.663 per saham atau setara Rp 5,92 triliun dari laba bersih Rp 14,8 triliun.
Jumlah tersebut mencakup dividen interim Rp 567 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025, sehingga sisa dividen final sebesar Rp 1.096 per saham.
Dividen final akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 28 April 2026 dan dijadwalkan dibayarkan pada 18 Mei 2026.
Dengan harga saham di level Rp 31.525, potensi yield dividen UNTR diperkirakan mencapai 5,28 persen, menjadikannya salah satu yang tertinggi di antara emiten besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#united-tractors #pembagian-dividen #saham-adro #dividen-jumbo #dividen-tunai #matahari-departement-store #alamtri-resources