Rusia Jadi Penyelamat saat AS Blokade Total Hormuz, Sinyal Perang Ekonomi Baru?

Rusia Jadi Penyelamat saat AS Blokade Total Hormuz, Sinyal Perang Ekonomi Baru?

Saat AS memblokade total Selat Hormuz, ada Rusia yang muncul dengan tawaran provokatif yang bisa mengubah peta ekonomi global. Krisis Selat Hormuz memasuki babak... | Halaman Lengkap

(SINDOnews Ekbis) 16/04/26 08:48 192894

JAKARTA - Krisis Selat Hormuz memasuki babak baru, ketika Amerika Serikat (AS) mengerahkan kekuatan militer untuk mencekik ekspor minyak Iran. Saat AS memblokade total Selat Hormuz, ada Rusia yang muncul dengan tawaran provokatif yang bisa mengubah peta ekonomi global.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menegaskan, bahwa Moskow siap menggantikan setiap tetes minyak Iran yang hilang akibat blokade AS untuk dikirim ke China dan negara-negara mitra lainnya. Langkah ini dinilai sebagai upaya terang-terangan Rusia untuk menggagalkan petualangan agresif Washington di Timur Tengah.

Blokade Hormuz: Upaya AS Menyandera Pasar Energi

Ketegangan memuncak setelah Presiden Donald Trump memerintahkan blokade total di Selat Hormuz yang menjadi jalur nadi bagi 20% pasokan minyak dunia. Langkah drastis ini diambil setelah negosiasi damai yang dimediasi Pakistan menemui jalan buntu.

AS Blokade Total Selat Hormuz, Perdagangan Iran via Laut Diklaim Lumpuh 36 Jam



Pihak Gedung Putih, melalui Sekretaris Tresuri Scott Bessent secara terbuka memperingatkan, China bahwa mereka tidak akan bisa lagi mendapatkan minyak dari Iran. "China tidak akan bisa mendapatkan minyak mereka... tidak ada lagi minyak Iran," tegas Bessent.

Washington bahkan menuding China sebagai "mitra global yang tidak andal" karena melakukan penimbunan stok energi selama konflik berlangsung.

Rusia Muncul Sebagai Penyelamat Kebutuhan Energi

Berbicara di hadapan wartawan dalam kunjungan resminya ke Beijing, Rabu (15/4/2026), Lavrov melancarkan kritik tajam kepada AS dan Israel. Ia menuduh Washington sengaja menargetkan Iran untuk menguasai dan membentuk ulang pasar minyak dunia sesuai kepentingan mereka.

Lawan Blokade Barat, Dua Raksasa BRICS Perkuat Poros Eurasia di Tengah Krisis Hormuz



“Rusia dan China, syukur kepada Tuhan, memiliki semua kemampuan yang diperlukan-baik yang sudah digunakan, cadangan, maupun yang direncanakan-untuk menghindari ketergantungan pada petualangan agresif yang merusak ekonomi global,” ujar Lavrov dengan nada menantang.

Seperti diketahui blokade AS di Selat Hormuz akan memastikan tidak ada kapal China atau kapal lainnya yang diperbolehkan melewati jalur perairan vital itu. Tercatat bahwa China telah membeli lebih dari 90% minyak Iran, yang mencakup sekitar 8% dari impor tahunan mereka.

Langkah ini dilakukan saat pasukan AS meningkatkan keamanan di Selat Hormuz, menempatkan lebih dari 10.000 tentara dan sekitar selusin kapal angkatan laut untuk menghentikan pengiriman yang terkait dengan Iran setelah pembicaraan gencatan gagal.

AS dan Iran sempat menyetujui gencatan senjata dua minggu pada pekan lalu, meningkatkan harapan akan berakhirnya konflik yang telah mengganggu perdagangan global dan mendorong kenaikan harga energi. Akan tetapi kedua belah pihak sejak saat itu justru saling menukar tuduhan terkait persyaratan damai yang tidak dapat diterima.
(akr)

#selat-hormuz #rusia #perang-dagang #minyak-mentah-crude

https://ekbis.sindonews.com/read/1696823/34/rusia-jadi-penyelamat-saat-as-blokade-total-hormuz-sinyal-perang-ekonomi-baru-1776301474