BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Labil, Panas Terik Tiba-Tiba Hujan
BMKG mengungkap cuaca labil di Jakarta akibat peralihan musim dan dinamika atmosfer, dengan potensi hujan lebat pada 15-16 April 2026.
(Bisnis.Com) 15/04/26 18:20 192400
Bisnis.com, JAKARTA— Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab kondisi cuaca yang terasa cepat berubah dalam beberapa hari terakhir, dari panas pada pagi hingga hujan pada siang atau malam hari.
Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mencatat, dalam beberapa hari terakhir hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terjadi di sebagian wilayah DKI Jakarta, dengan curah hujan tertinggi mencapai 51 mm/hari pada 13 April 2026. Pada periode yang sama, suhu udara juga terpantau cukup tinggi dengan suhu maksimum mencapai 34,6°C.
“Kondisi cuaca yang terasa cepat berubah ini dipengaruhi oleh masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau yang menyebabkan atmosfer menjadi lebih labil,” kata Andri kepada Bisnis pada Rabu (15/4/2026).
Andri menjelaskan, kondisi cuaca yang cenderung cerah pada pagi hari menunjukkan adanya pemanasan yang optimal hingga siang hari. Hal ini kemudian memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan pada siang hingga malam hari.
Selain itu, lanjut dia, dinamika atmosfer skala lokal hingga regional serta adanya gangguan pola angin, seperti perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di sekitar wilayah Jawa bagian barat, turut memperkuat proses pengangkatan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Dalam beberapa hari ke depan, masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah DKI Jakarta, terutama pada tanggal 15–16 April 2026,” kata Andri.
Sebelumnya, BMKG juga memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika iklim global serta potensi berkembangnya fenomena El Niño pada paruh kedua tahun ini.
BMKG menyebut hingga akhir Maret 2026 sekitar 7% zona musim di Indonesia telah memasuki periode kemarau. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dalam beberapa bulan ke depan, dengan sebagian besar wilayah mulai mengalami musim kemarau secara bertahap pada April hingga Juni 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Daerah tersebut meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua Barat.
“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” kata Faisal di Jakarta, Minggu (5/4/2026).
#panas-terik #hujan-deras #cuaca-labil #bmkg-cuaca #penyebab-cuaca-berubah #cuaca-jakarta #musim-kemarau-2026 #hujan-konvektif #dinamika-atmosfer #pola-angin #el-nino-2026 #musim-kemarau-indonesia #pre