Dampak El Nino 2026, Pakar Ingatkan Risiko Penyakit Bisa Meningkat
El Nino 2026 diprediksi memicu kemarau panjang di Indonesia, meningkatkan risiko penyakit seperti kardiovaskular dan pernapasan. Lansia dan pekerja luar ruangan paling rentan.
(Bisnis.Com) 15/04/26 11:19 191808
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2026 yang dipengaruhi fenomena El Niño akan berlangsung lebih kering dan lebih lama dari biasanya.
Indonesia akan memasuki musim kemarau 2026 secara bertahap, dimulai sejak April di sejumlah daerah hingga puncaknya pada paruh kedua 2026.
Pakar kesehatan lingkungan dari Griffith University, Dicky Budiman, menyebut kemarau berkepanjangan kerap membawa dampak lanjutan terhadap kesehatan publik. Dia menjelaskan bahwa paparan suhu tinggi dapat memberikan dampak signifikan terhadap mereka yang memiliki penyakit kronis, terutama dalam meningkatkan angka kesakitan dan kematian.
Pada penyakit kardiovaskular, katanya, suhu panas memicu vasodilatasi yang menyebabkan penurunan tekanan darah, sehingga jantung harus bekerja lebih keras. Kondisi ini pun berisiko meningkatkan kejadian serangan jantung maupun stroke.
Dia menambahkan suhu tinggi juga berdampak pada sistem pernapasan karena memperburuk kualitas udara, yang pada akhirnya memperparah kondisi seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Selain itu, kondisi dehidrasi akibat panas berlebih dapat meningkatkan kekentalan darah, sehingga memicu terjadinya trombosis.
"Secara global, setiap kenaikan suhu 1 derajat Celsius dapat meningkatkan risiko mortalitas harian, terutama pada lansia," katanya.
Menurut Dicky, dalam jangka panjang, paparan panas ekstrem juga dapat memicu dampak sistemik yang serius, mulai dari penyakit ginjal kronis, penurunan fungsi kognitif, hingga gangguan kesehatan mental.
Kondisi ini juga berimbas pada penurunan produktivitas kerja serta memicu adaptasi fisiologis yang bersifat maladaptif, sehingga dapat dinilai menjadi isu Global Health Security karena berpotensi memengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi.
"Terdapat sedikitnya tujuh penyakit yang berisiko meningkat selama kemarau ekstrem, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut, heat stroke, heatexhaustion, dehidrasi berat, diare akibat menurunnya kualitas air, penyakit kulit, serta Demam Berdarah Dengue yang dipicu perubahan pola ekologi nyamuk," imbuhnya.
Dicky menyebut kelompok yang paling rentan terdampak kondisi panas ekstrem secara umum ialah lansia berusia di atas 65 tahun, terutama karena gangguan pada sistem termoregulasi tubuh. Selain itu, anak-anak juga termasuk kelompok berisiko tinggi karena lebih cepat mengalami dehidrasi serta memiliki sistem imun yang belum berkembang sempurna.
Kemudian, risiko juga meningkat pada pekerja luar ruangan seperti pengemudi ojek, pekerja konstruksi, dan petugas lapangan yang terpapar panas dalam durasi lama.
Di sisi lain, pasien dengan penyakit kronis seperti kardiovaskular, penyakit paru, dan diabetes, serta masyarakat miskin perkotaan dengan keterbatasan akses air bersih dan ventilasi yang buruk, turut menjadi kelompok yang sangat rentan dalam situasi ini.
Dirinya menyarankan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat saat menghadapi suhu ekstrem. Salah satu yang cukup efektif ialah dengan mencukupi kebutuhan cairan sekitar 2–3 liter per hari dan menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 11.00 hingga 16.00.
Selain itu, penggunaan masker saat kualitas udara memburuk serta memastikan ventilasi dan sistem pendinginan ruangan berfungsi dengan baik juga menjadi upaya penting untuk mengurangi risiko kesehatan.
Dia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai tanda bahaya akibat paparan panas, seperti pusing, lemas berlebihan, hingga tidak berkeringat. Gejala-gejala tersebut perlu segera ditangani secara medis karena dapat menjadi indikasi kondisi serius yang berisiko membahayakan keselamatan.
#el-nino-2026 #dampak-el-nino #musim-kemarau-2026 #risiko-penyakit-meningkat #suhu-tinggi-kesehatan #penyakit-kronis-kemarau #serangan-jantung-kemarau #stroke-suhu-panas #sistem-pernapasan-buruk #dehid