RI–Rusia Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi Industri

RI–Rusia Sepakati Kerja Sama Energi hingga Investasi Industri

Presiden Prabowo dan Putin sepakat memperkuat kerja sama RI-Rusia di sektor energi, investasi industri, dan pendidikan untuk menghadapi dinamika geopolitik global.

(Bisnis.Com) 14/04/26 07:20 190344

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin setibanya di Moskow, pada Senin (13/4/2026) siang hari waktu setempat.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Kremlin tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama strategis kedua negara di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama lima jam. Diawali dua jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan tiga jam pertemuan empat mata antara kedua pemimpin.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” jelas Teddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).

Selain sektor energi, Teddy menuturkan bahwa kedua negara juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan serta memperluas kerja sama di berbagai bidang yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap pembangunan nasional, di antaranya pendidikan, riset dan teknologi, pertanian, serta investasi di berbagai sektor, terutama pembangunan industri di Indonesia.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa Rusia memiliki posisi yang sangat strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin relevan dan penting.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global, selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS,” ucapnya.

Menurutnya, Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar sehingga dapat menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang.

Dia juga menyampaikan bahwa Rusia termasuk negara dengan sumber daya alam terbesar di dunia.

Teddy menambahkan bahwa pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan intensitas hubungan bilateral yang semakin erat antara kedua pemimpin dalam satu tahun terakhir.

“Presiden Prabowo dan Presiden Putin tercatat terakhir kali bertemu pada bulan Desember lalu di Moskow dan sudah lima kali bertemu di berbagai kesempatan dalam satu tahun terakhir,” pungkas Teddy.

Sekadar informasi, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin menggelar pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah poin penting yang menegaskan penguatan kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.

Berikut poin-poin utama dari pertemuan tersebut:

1. Penguatan Kemitraan Strategis RI–Rusia

Putin menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Rusia terus berkembang secara signifikan sejak disepakatinya deklarasi kemitraan strategis beberapa waktu lalu. Ia menyebut komunikasi kedua negara berlangsung intens dan substansial.

“Beberapa waktu yang lalu kami telah menerima deklarasi mengenai kemitraan strategis antara kedua negara kita dan saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna dan isi yang cukup besar kepada hubungan antara kedua negara kita,” kata Putin.

2. Perdagangan Bilateral Tumbuh, Perlu Didorong Kembali

Rusia mencatat peningkatan perdagangan bilateral sebesar 12% pada tahun lalu. Meski terjadi perlambatan di awal 2026, kedua negara sepakat mencari solusi untuk kembali meningkatkan nilai perdagangan melalui mekanisme kerja sama antar-pemerintah.

“Kami memberikan makna besar kepada komisi bersama antara pemerintah dan kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, yang mulia kita akan sempat mencari berbagai-bagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita,” ujar Putin.

3. Energi Jadi Prioritas Utama

Sektor energi menjadi fokus utama kerja sama. Kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi untuk memastikan pasokan dan ketahanan energi di tengah ketidakpastian global.

“Kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama terutama di bidang ekonomi dan energi,” kata Prabowo.

Prabowo menegaskan pentingnya mempererat kerja sama di sektor ini sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan geopolitik.

4. Perluasan Kerja Sama Lintas Sektor

Selain energi, kerja sama juga mencakup berbagai sektor strategis, antara lain:

  • Antariksa
  • Pertanian
  • Industri
  • Farmasi
  • Pendidikan

Putin menekankan bahwa bidang-bidang tersebut menjadi prioritas dalam pengembangan hubungan jangka panjang.

“Kita berbicara mengenai kerjasama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasilan industri, serta di bidang farmasi. Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerjasama di bidang komuniter, antara lain di bidang pendidikan,” tutur Putin.

5. Apresiasi atas Dukungan Rusia

Prabowo menyampaikan terima kasih atas dukungan Rusia terhadap Indonesia, termasuk dalam berbagai kepentingan strategis dan forum internasional seperti BRICS.

“Kami diterima begitu cepat di BRICS. Presiden Putin juga mendukung berbagai keperluan Indonesia,” ujar Prabowo.

6. Evaluasi dan Percepatan Implementasi Kesepakatan

Prabowo mengungkapkan bahwa sebagian besar kesepakatan sebelumnya telah menunjukkan kemajuan pesat. Namun, terdapat beberapa agenda yang perlu dipercepat, termasuk kerja sama di bidang moneter.

7. Konsultasi Geopolitik Global

Kedua pemimpin juga membahas situasi geopolitik dunia yang dinilai semakin dinamis. Prabowo menilai Rusia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas global.

“Kami memandang Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian,” ucap Prabowo.

8. Peluang Kerja Sama dengan Uni Ekonomi Eurasia

Putin menyoroti peluang kerja sama lebih luas melalui Uni Ekonomi Eurasia sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kawasan.

“Hal sama kita bisa bicara mengenai kerjasama dengan Uni Ekonomi Eurasia,” kata Putin.

9. Hubungan Antar-Masyarakat dan Pendidikan

Selain kerja sama ekonomi, kedua negara juga menekankan pentingnya hubungan antar-masyarakat, termasuk di bidang pendidikan dan pertukaran budaya.

10. Simbol Kedekatan Kultural

Dalam suasana pertemuan, Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas perayaan Paskah di Rusia serta Hari Kosmonot. Ia menyinggung pengaruh tokoh kosmonot Rusia seperti Yuri Gagarin yang dikenal luas di Indonesia.

“Saya ucapkan selamat bahwa baru saja yang mulia dan seluruh bangsa Rusia menghormati hari penting, Hari Paskah juga saya tau bahwa beberapa hari yang lalu kalau tidak salah baru kemarin ya, 12 April kemarin, Hari Kosmonot bagi Rusia itu juga sangat besar pengaruh di dunia. Banyak orang indonesia anaknya diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri, banyak,” tandas Prabowo.

#indonesia-rusia #kerja-sama-energi #investasi-industri #prabowo-putin #pertemuan-bilateral #kemitraan-strategis #ketahanan-energi #perdagangan-bilateral #sektor-esdm #pembangunan-nasional #sumber-daya

https://kabar24.bisnis.com/read/20260414/15/1966373/ri-rusia-sepakati-kerja-sama-energi-hingga-investasi-industri