Ini Cara BRI Finance Pertahankan Rasio NPF di Level 2,23%
BRI Finance menjaga NPF di 2,23% pada Februari 2026 dengan strategi seleksi ketat, monitoring, dan collection aktif, meski tren industri naik.
(Bisnis.Com) 10/04/26 11:53 187438
Bisnis.com, JAKARTA — PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyampaikan rasio non-performing financing (NPF) per Februari 2026 tercatat sebesar 2,23%.
Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan mengatakan angka tersebut masih berada pada level yang terkendali dan di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator yakni 5%.
Dia menuturkan, NPF bisa di bawah 5% karena tidak lepas dari kualitas pembiayaan yang disalurkan perusahaan pada awal 2026 masih terjaga dengan baik.
“Perusahaan konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran, mulai dari seleksi dan analisis kelayakan debitur, hingga penguatan monitoring portofolio secara berkala,” katanya kepada Bisnis, dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Tidak hanya itu, BRI Finance juga mengoptimalkan proses collection dan melakukan pemantauan pembayaran secara lebih aktif guna mengantisipasi potensi pembiayaan bermasalah sejak dini.
“Langkah ini sejalan dengan praktik industri yang menekankan pentingnya manajemen risiko dan pengawasan piutang secara berkelanjutan untuk menjaga NPF tetap terkendali,” tegas Wahyudi.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per Februari 2026 NPF industri pembiayaan menyentuh 2,78%. Angka ini terus naik dari Desember 2025 sebesar 2,51% dan Januari 2026 sebesar 2,72%.
BRI Finance berpendapat tren kenaikan NPF di industri perlu dicermati karena berpotensi memengaruhi profil risiko dan mendorong pelaku usaha untuk lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan.
“Kondisi ini dapat berdampak pada peningkatan biaya pencadangan serta mendorong industri untuk lebih berhati-hati dalam melakukan ekspansi, dengan fokus pada kualitas portofolio,” ucap Wahyudi.
Namun, dirinya optimistis dengan penerapan manajemen risiko yang prudent serta penguatan monitoring dan collection, industri multifinance tetap memiliki peluang untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Di sisi lain, Wahyudi turut menyampaikan tren penyaluran pembiayaan baru BRI Finance pada awal 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, meski dilakukan secara lebih selektif dengan tetap mempertimbangkan kondisi daya beli masyarakat.
Baginya, hal tersebut sejalan dengan data industri, yang mana penyaluran pembiayaan baru tetap tumbuh, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan sektor otomotif.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa industri cenderung menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas portofolio, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam ekspansi,” pungkas Wahyudi.
#bri-finance #npf-2 #23 #non-performing-financing #pembiayaan-terkendali #kualitas-pembiayaan #prinsip-kehati-hatian #monitoring-portofolio #pengawasan-piutang #manajemen-risiko #ojk-npf #tren-kenaikan