Grab Tetap Fokus Beri Layanan Terjangkau di Tengah Risiko Kenaikan Harga Minyak
Grab berfokus pada layanan terjangkau di tengah kenaikan harga minyak dengan inovasi AI untuk menjaga daya beli dan pendapatan mitra di Indonesia.
(Bisnis.Com) 08/04/26 17:29 185455
Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi raksasa Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd., menyampaikan akan tetap fokus pada penguatan layanan yang lebih terjangkau sebagai langkah antisipasi risiko kenaikan harga bahan bakar minyak di dunia.
Melalui serangkaian inovasi terbaru, perusahaan berupaya menjaga daya beli pelanggan sekaligus memastikan keberlangsungan pendapatan mitra pengemudi.
Philipp Kandal, Chief Product Officer Grab menekankan orientasi perusahaan saat ini adalah memperluas aksesibilitas layanan. Di tengah fluktuasi biaya operasional yang dipengaruhi harga energi, Grab memilih fokus pada efisiensi ekosistem guna menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas.
“Tujuannya adalah membuat produk lebih terjangkau bagi pengguna. Kami ingin lebih banyak orang dapat mengakses layanan kami dan memberi mereka alasan lebih kuat untuk terus mengandalkan Grab,” kata
Philipp dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Mengenai target spesifik dari peluncuran fitur-fitur baru berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), seperti Coach, Grab menegaskan kehadiran teknologi tersebut merupakan bagian dari peta jalan pertumbuhan jangka panjang.
Perusahaan tidak menetapkan target angka per fitur, melainkan mengintegrasikannya ke dalam target pertumbuhan tahunan yang telah diumumkan sebelumnya.
Inovasi yang diperkenalkan, termasuk asisten pintar untuk pengemudi dan mitra merchant, diharapkan mampu meningkatkan frekuensi pesanan pada layanan ride-hailing maupun pengantaran makanan.
Dengan sistem yang lebih cerdas, waktu tunggu dapat dipangkas, sehingga mitra pengemudi bisa menyelesaikan lebih banyak pesanan dalam durasi kerja yang sama. Hal ini menjadi krusial untuk mengompensasi kenaikan biaya pengeluaran akibat harga BBM yang dinamis.
Sebagai pasar terbesar di kawasan, Indonesia tetap menjadi prioritas utama dalam implementasi teknologi terbaru. Grab mengonfirmasi sejumlah inovasi mutakhir bahkan diuji coba pertama kali di pasar domestik sebelum merambah ke negara lain.
Strategi ini juga menjadi senjata Grab dalam menghadapi persaingan dengan penyedia layanan transportasi lainnya. Melalui penguatan super app yang mencakup berbagai kebutuhan harian, Grab optimistis dapat mempertahankan loyalitas konsumen.
Fokus pada keterjangkauan harga diyakini menjadi faktor pembeda utama saat konsumen mulai melakukan penyesuaian anggaran akibat inflasi sektor transportasi.
Dengan mengintegrasikan solusi digital yang meringankan beban kerja mitra dan mempermudah transaksi bagi pelanggan, Grab berharap dapat menciptakan ekosistem yang tangguh. Ke depan, perusahaan berkomitmen terus memantau dampak pergerakan harga BBM global guna merumuskan langkah mitigasi yang tepat demi menjaga stabilitas layanan di seluruh wilayah operasionalnya.
“Produk AI untuk pengemudi dan merchant kami sudah diterapkan di Indonesia guna membantu pertumbuhan bisnis lokal. Kami sangat menyadari betapa pentingnya dukungan ini bagi para mitra di Indonesia,” kata Philipp
Sebelumnya, harga minyak dunia berada di atas US$90 per barel. Nilai tersebut melandai setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan, yang turut membuka kembali jalur vital Selat Hormuz.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei tercatat turun lebih dari 16% ke level sekitar US$94 per barel. Sementara itu, minyak acuan global Brent juga jatuh lebih dari 15% ke kisaran US$90–92 per barel.
#grab-layanan-terjangkau #risiko-kenaikan-harga-minyak #inovasi-grab #daya-beli-pelanggan #efisiensi-ekosistem-grab #aksesibilitas-layanan-grab #fitur-kecerdasan-buatan-grab #asisten-pintar-grab #ride