Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Gelontorkan Rp 4 Triliun untuk Pompanisasi
Kementan alokasikan Rp3-4 T untuk pompanisasi dan 80.000 pompa guna hadapi El Nino ekstrem. Petani dapat pompa gratis, irigasi juga diperbaiki untuk jaga produksi.
(Kompas.com) 07/04/26 17:55 184201
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, program pompanisasi lahan pertanian merogoh anggaran hingga Rp 3 triliun sampai Rp 4 triliun.
Program pompanisasi dicanangkan agar pertanian sawah bisa tetap berproduksi di tengah masa kemarau ekstrem imbas El Nino Godzilla.
“Itu kurang lebih Rp 3 triliun-Rp 4 triliun,” kata Amran saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Amran menyebut, pemerintah bakal mengerahkan 80.000 unit pompa yang disebar di berbagai wilayah.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) juga memperbaiki jaringan irigasi untuk lahan sawah rawa dengan luas 800.000 hektar.
“Ada pompanisasi kita sebar pompa itu kurang lebih Rp 3-Rp 4 triliun kurang lebih 80.000 unit seluruh Indonesia,” tutur Amran.
Menurut Amran, para petani akan mendapatkan fasilitas pompa itu secara gratis. “Kita berikan pompa secara cuma-cuma,” ujarnya.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Amran juga menyampaikan pihaknya telah menginstruksikan kepala daerah di seluruh Indonesia untuk memetakan lahan yang selalu terdampak kekeringan.
Mereka juga diminta memaksimalkan pengolahan air irigasi dengan merehabilitasi irigasi embung, sumur air dangkal, dan sumur air dalam.
Kementan juga menyiagakan alat dan mesin pertanian seperti traktor, transplanter, spray dan lainnya sebanyak 171.000 pada 2024-2025.
“Target 2026 37.000 unit distribusi infrastruktur air irigasi perpompaan, irigasi perpipaan bangun konservasi rehab jaringan irigasi tersier dan pompa air sebanyak 94.000 unit 2024-2025,” kata dia.
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan fenomena El Nino Godzilla bisa berdampak pada sektor pertanian dan sumber daya air.
Meski demikian, fenomena itu tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sejumlah daerah Indonesia bagian timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera justru berpotensi mengalami hujan dengan curah tinggi.
BRIN memprediksi El Nino akan terjadi bersama musim kemarau yakni April hingga Oktober.
“Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian dan sumber daya air,” ujar periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Erma Yulihastin, dalam unggahan @brin_indonesia di Instagram Kamis (19/3/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#jaringan-irigasi #el-nino-godzilla #pompanisasi-lahan-pertanian #anggaran-triliunan