Deretan Fakta Film Aku Harus Mati: Baliho Jadi Kontroversi, IDAI Ikut Bersuara

Deretan Fakta Film Aku Harus Mati: Baliho Jadi Kontroversi, IDAI Ikut Bersuara

Berikut sederet fakta mengenai film Aku Harus Mati yang menimbulkan kontroversi di media sosial.

(Bisnis.Com) 07/04/26 15:36 184019

Bisnis.com, JAKARTA - Aku Harus Mati baru-baru menjadi perbincangan hangat di media sosial karena poster film yang dinilai kurang pantas.

Film horor tersebut menuai kontroversi setelah iklan yang dipajang di baliho di sejumlah kota mendapat kritik dari netizen.

Di media sosial, film yang ditulis oleh Aroe Ama ini dinilai tak bagus dilihat untuk seseorang yang memiliki gangguan jiwa. Judul "Aku Harus Mati" dengan gambar seram dinilai dapat memicu lonjakan emosional bagi seorang yang tidak stabil secara mental.

IDAI ikut berkomentar

Setelah ramai dibicarakan publik di medsos, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menyampaikan bahwa baliho promosi film horor "Aku Harus Mati" bisa berdampak buruk pada kesehatan mental anak dan remaja, terutama mereka yang sudah memiliki kerentanan psikologis.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan bahwa sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.

"Kalau yang depresi berat, kemudian melihat banner itu, bisa jadi ada afirmasi untuk bunuh diri pada dirinya," kata dr. Piprim dikutip dari Antaranews, Selasa (7/4).

Ia juga menjelaskan bahwa judul film dan baliho dengan kalimat dan pilihan diksi semacam itu dapat menimbulkan kebingungan pada anak-anak.

"Anak-anak bisa bertanya, kenapa harus mati, sementara mereka diajarkan untuk semangat dan berprestasi. Bagi anak-anak dengan gangguan kesehatan mental, ini bisa sangat berbahaya dampaknya," katanya.

Gubernur DKI Nilai Poster Sensitif

Sejalan dengan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo ikut angkat bicara terkait penurunan baliho film “Aku Harus Mati” yang dinilai sensitif bagi masyarakat, terutama bagi pengidap depresi dan gangguan kejiwaan.

Dirinya menilai pemasangan materi iklan yang sensitif tidak boleh terulang kembali karena dapat mengganggu masyarakat.

“Yang seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali,” kata Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Senin (6/4).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta terkait hal tersebut.

Tak hanya itu, Pramono mengatakan dirinya sudah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menurunkan baliho tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporan dari wakil koordinator staf khusus dan Kepala Dinas Diskominfotik. Kemudian di lapangannya kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP, termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan,” jelas Pramono.

Klarifikasi Produser Aku Harus Mati

Produser film "Aku Harus Mati" Iwet Ramadhan memberikan klarifikasi penurunan materi iklan tersebut bukan karena adanya tekanan.

Namun, lanjutnya, karena memang sudah sesuai dengan jadwal strategi pemasaran yang telah disusun.

Meskipun billboard tersebut menuai respons beragam, pihak rumah produksi menegaskan bahwa mereka tetap memegang teguh aturan yang berlaku.

Iwet menyatakan seluruh materi promosi termasuk desain billboard yang kontroversial, telah melewati proses penilaian resmi dari lembaga pemerintah sebelum dipasang ke publik.

Sinopsis Aku Harus Mati

Adapun diketahui, film dengan judul Aku Harus Mati memiliki genre horror yang mengikuti kisah Mala (Hana Saraswati), seorang yatim piatu. Namun seiring tumbuh kembangnya, ia terjebak dalam gaya hidup hedonistik.

Ia pun kerap mengejar kemewahan hingga akhirnya terjerumus dalam lingkaran utang pinjaman online (pinjol) dan paylater.

Mala yang putus asa, kemudian memutuskan kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan dan bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya yang bernama Tiwi (Amara Sophie) dan Nugra (Prasetya Agni), serta Ki Jago (Bambang Paningron).

Saat tiba di sana, bukan ketenangan yang ia dapatkan. Ia justru mendapat kejutan dengan mata batinnya yang tiba-tiba secara misterius.

Dirinya pun harus menghadapi kenyataan kelam tentang asal-usulnya, termasuk perjanjian iblis yang mengorbankan orang-orang terdekat demi kesuksesan.

#film #sinopsis-film #film-baru #film-horor #fakta-film #film-aku-harus-mati #aku-harus-mati #fakta-film-aku-harus-mati

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260407/254/1964804/deretan-fakta-film-aku-harus-mati-baliho-jadi-kontroversi-idai-ikut-bersuara