Kemenag Usul Tambahan Anggaran Rp10,9 Triliun untuk Digitalisasi Pembelajaran

Kemenag Usul Tambahan Anggaran Rp10,9 Triliun untuk Digitalisasi Pembelajaran

Kemenag usulkan tambahan anggaran Rp10,9 triliun untuk digitalisasi pembelajaran guna mengurangi ketimpangan kualitas antara madrasah dan sekolah umum.

(Bisnis.Com) 06/04/26 17:43 182980

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) tengah menyiapkan langkah besar untuk merombak wajah pendidikan keagamaan di Tanah Air. Dalam usulan tambahan anggaran jumbo senilai total Rp24,8 triliun untuk tahun anggaran 2026, pos digitalisasi pembelajaran menjadi salah satu prioritas paling krusial dengan nilai mencapai Rp10,9 triliun.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan alokasi ini merupakan upaya pemerintah untuk menghapus jurang kualitas antara madrasah dan sekolah umum.

Menurutnya, siswa di bawah naungan Kemenag harus memiliki kompetensi teknologi yang setara demi daya saing sumber daya manusia (SDM) nasional.

"Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum. Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama," ujar Nasaruddin dilansir dari Antara, Senin (6/4/2026).

Langkah Kemenag mengusulkan dana Rp10,9 triliun untuk digitalisasi bukan tanpa alasan. Sejauh ini, jalannya digitalisasi di lingkungan madrasah dan Kemenag masih menghadapi tantangan disparitas infrastruktur yang tajam.

Banyak madrasah, terutama di wilayah pelosok, masih mengandalkan pola pembelajaran konvensional akibat keterbatasan perangkat komputer dan jaringan internet yang belum stabil.

Selain pos digitalisasi, Kemenag juga mengusulkan anggaran Rp13,7 triliun untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan. Dana ini diproyeksikan menyasar perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) di 7.131 lembaga, yang mencakup 6.973 madrasah, serta ratusan sekolah Kristen, Katolik, Hindu, hingga Buddha.

Di sisi lain, Nasaruddin menyoroti ketimpangan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jangkauan MBG di madrasah dan pondok pesantren baru menyentuh angka 10—12%, tertinggal jauh dari sekolah umum yang diproyeksikan segera mencapai cakupan 80%.

Padahal, secara ekonomi, anak-anak madrasah dan santri merupakan kelompok yang paling membutuhkan dukungan nutrisi. Nasaruddin meyakini ekosistem pesantren justru yang paling siap menjalankan program ini karena terbiasa dengan pola dapur mandiri.

Melalui usulan anggaran Rp24,8 triliun ini, Kemenag berharap dapat memacu kualitas SDM nasional agar lebih inklusif dan kompetitif di kancah global. Kini, keberlanjutan mimpi digitalisasi madrasah tersebut bergantung pada lampu hijau dari otoritas fiskal dan legislatif.

#kemenag #digitalisasi-pembelajaran #anggaran-kemenag #pendidikan-keagamaan #madrasah-digitalisasi #kompetensi-teknologi #disparitas-infrastruktur #revitalisasi-pendidikan #sarana-prasarana-madrasah #p

https://teknologi.bisnis.com/read/20260406/101/1964552/kemenag-usul-tambahan-anggaran-rp109-triliun-untuk-digitalisasi-pembelajaran