Saham BUMI, EMTK, NCKL Tancap Gas Imbas Rebalancing Indeks LQ45

Saham BUMI, EMTK, NCKL Tancap Gas Imbas Rebalancing Indeks LQ45

Saham BUMI, EMTK, dan NCKL menguat setelah masuk LQ45, sementara DSSA dan HEAL melemah. Perubahan berlaku mulai 3 November 2025.

(Bisnis.Com) 28/10/25 09:38 18112

Bisnis.com, JAKARTA — Lima saham calon penghuni baru indeks LQ45 bergerak variatif pada perdagangan pagi ini, Selasa (28/10/2025), setelah BEI mengumumkan hasil evaluasi indeks acuan periode 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026.

Seperti diberitakan Bisnis, Bursa Efek Indonesia pada Senin (27/10/2025) mengumumkan bahwa saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) masuk menjadi penghuni baru indeks LQ45.

Lebih terperinci, bobot saham konstituen baru itu dalam indeks LQ45 tercatat sebesar 0,73% untuk saham BUMI, 8,04% untuk DSSA, 1,0% untuk EMTK, 0,57% untuk HEAL, dan 0,43% untuk NCKL.

Lima saham itu menggantikan saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), dan PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) yang keluar dari indeks LQ45 untuk periode efektif 3 bulan ke depan.

Setelah evaluasi mayor tersebut, saham dengan bobot terbesar dalam indeks LQ45 ditempati oleh saham BBCA sebesar 15%, BBRI 13,52%, dan DSSA 8,04%.

Di lantai bursa, saham BUMI, EMTK, dan NCKL kompak menguat pada pagi ini. Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.30 WIB, saham BUMI terpantau naik 3,03% ke level Rp136 per saham.

Sementara itu, saham EMTK terapresiasi 3,74% ke posisi Rp1.110 dan saham NCKL menguat 2,02% ke level Rp1.265 per saham.

Berbanding terbalik, saham DSSA dan HEAL justru tergelincir di zona merah. Saham DSSA sempat dibuka menghijau ke posisi Rp92.500 tetapi bergerak turun 3,6% ke posisi Rp85.600 per saham.

Adapun, saham HEAL turun tipis 0,67% ke posisi Rp1.490. Sepanjang awal perdagangan, saham emiten RS Hermina itu sempat menyentuh level Rp1.515 per saham.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#saham-lq45 #indeks-lq45 #saham-bumi #saham-emtk #saham-nckl #saham-dssa #saham-heal #bursa-saham #evaluasi-indeks #saham-konstituen #saham-menguat #saham-tergelincir #perdagangan-saham #investasi-saha

https://market.bisnis.com/read/20251028/7/1923898/saham-bumi-emtk-nckl-tancap-gas-imbas-rebalancing-indeks-lq45