Kinerja Keuangan BEI, KPEI dan KSEI 2025 Moncer, Pendapatan & Laba Tumbuh Solid
Kinerja keuangan BEI, KPEI, dan KSEI sepanjang 2025 tumbuh solid, tercermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih seiring meningkatnya aktivitas pasar modal.
(Bisnis.Com) 01/04/26 15:45 178965
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja lembaga pasar modal Indonesia sepanjang 2025 tumbuh solid, tercermin dari kenaikan pendapatan dan laba bersih Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) seiring meningkatnya aktivitas pasar domestik.
Berdasarkan data laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2025, BEI membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp3,67 triliun, meningkat 30,14% dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya sebesar Rp2,82 triliun.
Jumlah pendapatan sepanjang 2025 tersebut terdiri atas pendapatan dari transaksi bursa senilai Rp2,81 triliun dan pendapatan dari bukan transaksi bursa senilai Rp221 miliar, sisanya adalah pendapatan investasi hingga pendapatan lain yang mencapai Rp626,53 miliar.
Adapun secara rinci, jumlah pendapatan dari transaksi bursa dan bukan transaksi bursa tersebut masing-masing naik dari Rp2 triliun dan Rp193 miliar pada 2024.
Pertumbuhan pendapatan dari transaksi bursa terutama ditopang oleh kenaikan jasa transaksi efek yang mencapai Rp1,5 triliun, tumbuh 40% secara tahunan dari Rp1,07 triliun pada 2024. Sementara pendapatan dari bukan transaksi bursa disokong oleh pendapatan teknologi informasi senilai Rp109 miliar, naik dari 2024 senilai Rp92 triliun.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih BEI tercatat sebesar Rp1,063 triliun, tumbuh 55 % secara tahunan dibandingkan dengan pada 2024 yang mencapai Rp684,8 miliar. Peningkatan ini didorong oleh jumlah beban yang hanya naik 17% menjadi Rp2,36 triliun, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan jumlah pendapatan.
Dari sisi neraca, BEI juga mencatatkan pertumbuhan jumlah aset menjadi Rp14,8 triliun sepanjang 2025, dari Rp11,2 triliun pada 2024. Demikian pula dengan jumlah liabilitas dan ekuitas yang masing-masing menjadi Rp5,3 triliun dan Rp9,45 triliun.
Sementara itu, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia mencatat total pendapatan senilai Rp949 miliar pada 2025, meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp697,12 miliar. Dari jumlah tersebut, kontribusi pendapatan dari jasa kliring transaksi efek mencapai sebesar Rp759 miliar.
Di sisi bottom line, KPEI membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp262 miliar. Laba ini melesat 75% secara tahunan dibandingkan dengan realisasi pada 2024 senilai Rp149,17 miliar.
Adapun PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI melaporkan total pendapatan sebesar Rp1,41 triliun pada 2025, tumbuh 17,42% dibandingkan Rp1,20 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha senilai Rp885 miliar, naik dari posisi Rp747 miliar pada 31 Desember 2024.
Sejalan dengan itu, laba bersih tahun berjalan KSEI pada 2025 tercatat sebesar Rp543,8 miliar, tumbuh 10,46% dibandingkan tahun sebelumnya.
Total aset KSEI per 31 Desember 2025 menjadi Rp4,9 triliun. Total liabilitas dan ekuitas juga mencatatkan kenaikan dari 2024 menjadi masing-masing senilai Rp516 miliar dan Rp4,41 triliun pada 2025.
#bei-2025 #kpei-2025 #ksei-2025 #kinerja-keuangan-bei #pendapatan-bei-2025 #laba-bersih-bei #pertumbuhan-aset-bei #pendapatan-kpei-2025 #laba-bersih-kpei #pendapatan-ksei-2025 #laba-bersih-ksei #pasar