Tower Bersama (TBIG) Cetak Laba Bersih Rp1,42 Triliun sepanjang 2025
Tower Bersama Infrastucture (TBIG) mencetak laba bersih sebesar Rp1,42 triliun sepanjang tahun 2025.
(Bisnis.Com) 01/04/26 13:58 178762
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten menara Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) mencetak peningkatan kinerja, dengan laba bersih yang naik menjadi Rp1,42 triliun sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangannya, TBIG mencetak peningkatan pendapatan menjadi Rp6,9 triliun sepanjang 2025. Pendapatan ini naik tipis 0,61% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp6,86 triliun.
Beban pokok pendapatan TBIG juga naik tipis 0,27% menjadi Rp1,94 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp1,94 triliun.
Alhasil, TBIG mencatatkan laba bruto sebesar Rp4,95 triliun, meningkat 0,55% secara tahunan dari Rp4,92 triliun.
TBIG mencetak peningkatan laba bersih 4,79% menjadi Rp1,42 triliun sepanjang 2025, dari sebelumnya sebesar Rp1,36 triliun.
TBIG juga mencatatkan EBITDA Rp5,94 triliun untuk periode satu tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Secara operasional, per 31 Desember 2025, TBIG memiliki 41.892 penyewaan dan 24.321 site telekomunikasi. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 24.212 menara telekomunikasi dan 109 jaringan DAS.
Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.783, maka rasio kolokasi atau tenancy ratio perseroan menjadi 1,73.
Hardi Wijaya Liong, CEO TBIG, mengatakan pada tahun 2025, TBIG menambahkan 1.280 penyewaan kotor yang terdiri dari 797 sites telekomunikasi dan 483 kolokasi ke portofolio perseroan.
“Setelah penggabungan antara XL Axiata dan Smartfren pada Maret 2025, yang membentuk XLSmart, terdapat beberapa kontrak sewa yang tidak diperpanjang saat masa berlakunya berakhir, sehingga menyebabkan penurunan jumlah penambahan kontrak sewa bersih pada tahun 2025,” ucap Hardi dalam keterangan resminya.
Di sisi lain, per 31 Desember 2025, total pinjaman (debt) perseroan, jika pinjaman dalam mata uang Dolar AS yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, adalah sebesar Rp29,25 triliun dan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp294 miliar. Dengan saldo kas yang mencapai Rp748 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) TBIG menjadi Rp28,50 triliun.
Menggunakan EBITDA triwulan keempat 2025 yang disetahunkan, maka total pinjaman bersih TBIG terhadap EBITDA adalah 4,8x.
Direktur TBIG Helmy Yusman Santoso menjelaskan TBIG membangun aset infrastruktur jangka panjang yang didukung oleh pendapatan kontrak selama 10 tahun, sehingga menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi dan berulang.
“Seiring dengan pertumbuhan bisnis kami, kami tetap menerapkan pendekatan yang disiplin dalam hal penggunaan utang. Per akhir 2025, sekitar 60% utang kami berupa pinjaman dan obligasi dalam Rupiah. Kami terus mengakses berbagai sumber modal di pasar Rupiah dan Dolar AS,” tutur Helmy.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#tbig #tower-bersama #laba-bersih-tbig #pendapatan-tbig #ebitda-tbig #menara-telekomunikasi #penyewaan-tbig #site-telekomunikasi #kolokasi-tbig #rasio-kolokasi #pinjaman-tbig #utang-tbig #aset-infrastr