Integrasi Ekosistem Omnichannel Menguat, Pendapatan Blibli Sepanjang 2025 Melesat
Blibli catat pendapatan Rp22,36 triliun pada 2025, naik 34% YoY berkat integrasi ekosistem omnichannel, meski ada tantangan konsumsi dan persaingan ketat.
(Bisnis.Com) 31/03/26 08:12 177071
Bisnis.com, JAKARTA — Penguatan integrasi ekosistem omnichannel sukses mendongkrak pendapatan PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli) secara signifikan sekaligus meningkatkan kinerja profitabilitas perusahaan sepanjang tahun lalu.
Dalam laporan keuangannya, emiten Grup Djarum berkode saham BELI itu mencatatkan pendapatan neto konsolidasian senilai Rp22,36 triliun pada 2025 atau tumbuh 34% secara year-on-year/YoY. Pertumbuhan omzet sangat ditopang dari tingginya volume penjualan smartphone secara omnichannel.
Blibli pun membukukan take rate sebesar 8,5% yang meningkat lebih jauh dibandingkan pada 2024 yang mencapai 6,9%. Capaiannya bahkan mencapai 8,7% pada kuartal IV/2025 karena didukung peningkatan di segmen Ritel 1P dan Toko Fisik. Ini merupakan hasil dari pertumbuhan laba bruto sebelum diskon yang tumbuh 32% sepanjang tahun.
Di sisi lain, Blibli juga menunjukkan struktur biaya yang lebih baik, tercermin dari lebih rendahnya persentase beban operasional konsolidasian terhadap TPV dari 7,4% pada 2024 menjadi 7,1% pada 2025. Capaian itu turut mendongkrak kinerja persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV sebesar 60 bps secara YoY.
Kusumo Martanto, CEO & Co-Founder Blibli, mengatakan bahwa 2025 menandai langkah maju yang tegas dari perusahaan. Progres positif itu bahkan dicapai perusahaan di tengah tren moderasi konsumsi rumah tangga di Indonesia, tekanan daya beli konsumen secara terus-menerus, dan persaingan yang semakin ketat di sektor e-commerce.
“Kami tetap fokus pada hal yang paling penting yakni membangun ekosistem omnichannel yang terintegrasi dan mampu bertahan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan, mitra pemegang merek, serta pemegang saham,” kata Kusumo.
Sepanjang tahun lalu, integrasi ekosistem telah berkembang secara signifikan dengan implementasi penuh Keanggotaan Terpadu dan Program Loyalitas Terpadu di semua platform yang mencakup Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma.
Blibli memperluas kehadiran di segmen toko fisik dengan menambah 34 toko baru pada kuartal keempat tahun lalu. Hingga akhir 2025, perseroan telah mengoperasikan 265 toko elektronik konsumen, empat toko elektronik rumah tangga, dan satu toko fesyen dan olahraga. Selain itu, perseroan juga mengelola 57 gerai supermarket premium dan 39 home and living experience centers.
“Kami meningkatkan pendapatan secara signifikan sekaligus meningkatkan kinerja profitabilitas kami. Ini kombinasi yang mencerminkan kualitas eksekusi kami, bukan sekadar pertumbuhan skala itu sendiri.”
Menurut Kusumo, pergeseran yang direncanakan perusahaan ke berbagai kategori dengan margin lebih tinggi dan memiliki diferensiasi kompetitif terus membuahkan hasil melalui perluasan tingkat pangsa pasar, sementara peningkatan skala strategi omnichannel telah meningkatkan laba bruto sebelum diskon secara absolut serta throughput ekosistem secara keseluruhan . “Kami membangun spektrum rantai nilai secara penuh di seluruh kanal, di mana manfaat dari volume dan kepadatan yang dihasilkan untuk memperkuat posisi kompetitif kami dari waktu ke waktu.”
Integrasi ekosistem Blibli Tiket mengalami kemajuan yang signifikan. Peluncuran penuh Keanggotaan Terpadu dan Blibli Tiket Rewards yang kini menghubungkan Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma dalam satu kerangka keterlibatan telah memperdalam hubungan dengan pelanggan di berbagai platform dan titik kontak.
Dekoruma, pada tahun penuh pertamanya dalam ekosistem, memberikan kontribusi yang signifikan pada kategori home & living serta memperluas jangkauan omnichannel. Kusumo mengatakan bahwa hal itu bukanlah inisiatif yang terisolasi, melainkan saling terkait yang akan semakin berkembang seiring pertumbuhan ekosistem.
Untuk kehadiran ritel secara fisik, perseroan telah memperluas jaringan toko elektronik konsumen dan toko elektronik rumah tangga, baik dalam format merek-tunggal maupun multi-merek.
Ekspansi ini memperdalam penetrasi perseroan ke kota-kota tingkat 2 dan 3, memperkuat jangkauan distribusi hingga ke pelosok, serta berkontribusi pada peningkatan pangsa pasar yang signifikan di seluruh kemitraan merek utama.
Jaringan fisik tetap menjadi pusat proposisi nilai secara keseluruhan yang memposisikan perseroan sebagai mitra omnichannel komprehensif bagi mitra pemegang merek. Blibli terus memperdalam penerapan analitik data, otomatisasi, dan kecerdasan buatan di seluruh organisasi. Beberapa contoh yang menonjol adalah seleksi produk, peramalan permintaan, dan operasi layanan pelanggan.
“Ini adalah peningkatan struktural dalam cara kami beroperasi, di mana hal ini menurunkan biaya per pesanan, mempertajam pengambilan keputusan, dan meningkatkan skala volume usaha. Dikombinasikan dengan disiplin biaya yang berkelanjutan di seluruh organisasi, hal ini mendukung peningkatan efisiensi operasional kami yang berkelanjutan,” jelasnya.
Kusumo meyakini bahwa 2026 akan tetap penuh dengan tantangan. Pertumbuhan konsumsi Indonesia telah melambat, konsumen tetap selektif, dan intensitas persaingan di sektor e-commerce tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Kami tidak kebal terhadap tekanan ini. Namun, kami percaya bahwa model omnichannel terintegrasi kami yang menjangkau konsumen secara daring, di toko, dan melalui perjalanan hybrid sangat cocok untuk menavigasi lanskap ini serta menangkap nilai seiring berkembangnya pasar.”
Sementara itu, menanggapi kinerja pendapatan yang kuat sepanjang tahun lalu, Chief Financial Officer Blibli Ronald Winardi mengungkapkan kontribusi yang positif di seluruh segmen, khususnya di kategori elektronik konsumen serta perluasan berkelanjutan ekosistem omnichannel.
“Kami menargetkan pertumbuhan pendapatan neto sebesar 15%–20% pada 2026.”
#omnichannel #pendapatan-blibli #ekosistem-omnichannel #blibli-2025 #pertumbuhan-omzet #smartphone-omnichannel #take-rate-blibli #toko-fisik-blibli #integrasi-ekosistem #blibli-tiket #keanggotaan-terpa