EMAS Perkuat Kepemimpinan, Siap Dorong Produksi Emas 2026
Penunjukan calon direksi dan komisaris baru memperkuat langkah EMAS memasuki fase penguatan produksi dan ekspansi tambang emas di Indonesia. PT Merdeka Gold Resources... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 27/03/26 15:51 174514
JAKARTA - PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memperkuat struktur manajemennya dengan menunjuk tiga calon direktur baru sebagai bagian dari strategi ekspansi dan pertumbuhan produksi emas yang berkelanjutan Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan standar tata kelola global, transparansi, dan akuntabilitas, sekaligus memperkuat posisi Perseroan dalam pasar modal yang semakin kompetitif.Langkah ini juga dilakukan di tengah momentum penting Perseroan yang telah memasuki fase baru, yakni produksi emas komersial, ditandai dengan realisasi penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang Tbk pada Maret 2026.
“Penunjukan ini tidak sekadar pergantian struktural, melainkan bagian dari upaya memperkuat kapabilitas operasional dan tata kelola perusahaan dalam menghadapi fase pertumbuhan berikutnya,” sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat, (27/3/2026).
EMAS menunjuk tiga nama yang memiliki pengalaman langsung di sektor pertambangan dan keuangan internal perusahaan.
1. Nicholas John Green
Bergabung sejak Mei 2022 dan saat ini menjabat sebagai General Manager di EMAS. Perannya berfokus pada pengembangan proyek-proyek baru serta ekspansi fasilitas operasi yang telah berjalan. Ekspansi fasilitas dan pengembangan proyek menjadi penentu utama pertumbuhan produksi jangka panjang, terutama di tengah meningkatnya permintaan emas global.
2. Barend Johannes Nicolaas Knoetze
Membawa pengalaman operasional yang kuat. Sejak November 2025, ia menjabat sebagai General Manager Tambang Emas Pani—salah satu proyek strategis EMAS. Barend bertanggung jawab atas operasional harian tambang, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga implementasi strategi jangka panjang. Sebelumnya, Barend juga memiliki pengalaman sebagai General Manager di Tambang Tembaga Wetar milik Merdeka Copper Gold.
Pengalaman lintas komoditas ini menjadi nilai tambah, terutama dalam mengelola kompleksitas operasi tambang berskala besar.
3. Suryadinata Tanu
Mengisi posisi penting di sisi keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai General Manager Finance, Accounting, and Tax di MDKA sejak November 2017. Peran ini menjadi krusial dalam menjaga stabilitas finansial perusahaan, terutama saat EMAS memasuki fase produksi yang membutuhkan pengelolaan biaya, investasi, dan arus kas yang lebih kompleks.
Penguatan Tata Kelola Lewat Dewan Komisaris
Selain direksi, EMAS juga memperkuat jajaran Dewan Komisaris dengan menunjuk Xinyu Wang dan Winato Kartono sebagai Komisaris, serta Yu Gao, John Mackay McCulloch Williamson, dan Jona Widhagdo Putri sebagai Komisaris Independen. Berikut profil jajaran Dewan Komisaris EMAS:
1. Winato Kartono adalah profesional di bidang investasi dan perbankan dengan pengalaman lebih dari dua dekade, pernah menjabat di Provident Investasi Bersama, Tower Bersama Infrastructure, hingga GoTo, dan kini aktif sebagai Komisaris di Provident Capital serta Komisaris Utama Merdeka Battery Materials.
2. Xinyu Wang merupakan eksekutif pertambangan global dengan pengalaman panjang di proyek tambang dan infrastruktur, pernah memimpin JCHX Mining Management sebagai Presiden dan Direktur Utama serta memiliki rekam jejak lebih dari 25 tahun di proyek logam non-besi internasional.
3. Dr. Jona Widhagdo Putri sendiri merupakan pakar hubungan internasional dan investasi lintas negara yang saat ini menjadi Penasihat Khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI, dengan pengalaman strategis dalam kerja sama Indonesia–Tiongkok serta latar belakang akademik doktor hukum dari Fudan University.
4. John Mackay McCulloch Williamson merupakan profesional pasar keuangan global dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, pernah menjabat Managing Director Morgan Stanley Asia Pacific dan kini menjadi Chairman London Metal Exchange serta aktif di berbagai dewan perusahaan internasional.
5. Adapun Yu Gao adalah investor ekuitas swasta berpengalaman di Asia dengan karier panjang di Morgan Stanley hingga posisi Managing Director dan Co-CIO, serta memiliki rekam jejak kuat dalam investasi dan tata kelola perusahaan publik di Hong Kong.
Apabila sederet nama-nama mentereng ini terpilih menjadi komisaris independent PT Merdeka Gold Resources, dewan komisaris perusahaan akan terdiri dari 4 komisaris independen, dari total 7 anggota dewan komisaris dimana lebih dari setengah dari dewan komisaris terdiri dari komisaris independen. Hal ini mencerminkan fokus perusahaan pada tata kelola yang lebih kuat dan transparan, sejalan dengan standar industri pertambangan global. Penunjukan manajemen baru ini terjadi pada saat yang tepat. EMAS kini tidak lagi berada pada fase eksplorasi, tetapi telah masuk ke tahap produksi komersial. Penjualan emas pertama kepada PT Aneka Tambang Tbk pada Maret 2026 menjadi bukti bahwa proyek-proyek yang dikembangkan mulai memberikan hasil nyata.
Dengan kombinasi pengalaman teknis, operasional, dan finansial dari calon direksi baru, EMAS berada pada posisi yang lebih siap untuk menjalankan strategi ekspansi secara efektif. Perseroan menilai bahwa rekam jejak Dewan Direksi dan Komisaris, khususnya dalam pengembangan proyek tambang seperti Pani, akan menjadi fondasi penting dalam memastikan pertumbuhan berkelanjutan.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa EMAS tidak hanya fokus pada strategi ekspansi, tetapi juga pada penguatan organisasi. Dengan struktur baru ini, EMAS tampak siap memasuki fase pertumbuhan yang lebih agresif—sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi dan tata kelola yang solid.
(nng)