Misteri Trek No.29 di Balik Album Terbaru BTS yang Sarat Sejarah Korea
Trek No. 29 di album BTS "ARIRANG" menampilkan suara Lonceng Suci Raja Seongdeok, simbol sejarah Korea, sebagai transisi artistik dalam album.
(Bisnis.Com) 26/03/26 16:50 173635
Bisnis.com, JAKARTA — Album terbaru BTS bertajuk ARIRANG menjadi sorotan publik, terutama pada salah satu trek yang mengundang tanda tanya di kalangan penggemar. Pasalnya, pada lagu keenam yang berjudul No. 29, hanya berisi satu nada panjang kemudian perlahan menghilang.
Berdurasi sekitar 1 menit 38 detik, tidak ada vokal, lirik, beat drop, atau kredit penulisan lagu atau produksi yang tercantum. Trek No. 29 ini sempat membuat sebagian pendengar mengira terjadi gangguan pada perangkat mereka ketika diputar.
Kendati demikian, lagu keenam di dalam album ARIRANG tersebut ternyata mengandung makna historis dan konseptual yang kuat.
“Lagu nomor 29 ini adalah dentingan merdu Lonceng Suci Raja Seongdeok yang ditetapkan sebagai Harta Nasional Korea Selatan nomor 29,” ujar leader BTS Kim Nam-joon atau yang dikenal dengan nama panggung RM, selama siaran langsung di Weverse, dikutip Selasa (24/3/2026).
Lonceng Suci Raja Seongdeok atau dikenal sebagai Lonceng Emille merupakan salah satu artefak penting Korea Selatan yang dibuat pada 771 Masehi, tepatnya era Dinasti Silla. Lonceng berbahan perunggu dengan berat sekitar 19 ton itu kini disimpan di Museum Nasional Gyeongju dan ditetapkan sebagai Harta Nasional Korea Selatan nomor 29 pada 1962.
Suara lonceng ini dikenal memiliki resonansi panjang, yang dapat terdengar hingga puluhan kilometer dan membutuhkan waktu lebih dari satu menit untuk benar-benar menghilang. RM mengonfirmasi bahwa durasi lagu disesuaikan dengan waktu peluruhan suara lonceng tersebut.
“Kami menetapkan durasi lagu menjadi 1 menit 37 detik (sebenarnya 1 menit 38 detik) agar sesuai dengan durasi resonansi lonceng saat dipukul,” tambah RM.
Menukil laman Forbes, disebutkan bahwa dalam struktur album ARIRANG, lagu No. 29 ditempatkan sebagai titik transisi. Lima lagu awal, “Body to Body," "Hooligan," "Aliens," "FYA," dan "2.0” menampilkan nuansa hip-hop dengan tempo cepat dan produksi padat.
Kemudian, kehadiran suara lonceng menjadi jeda sebelum memasuki paruh kedua album yang lebih melankolis dan reflektif. Adapun singel utama "SWIM" yang diproduseri oleh Ryan Tedder, membuka paruh kedua dengan suara yang lebih lembut dan didominasi synthesizer. "Merry Go Round" bersama Kevin Parker condong ke melankoli psikedelik. "NORMAL" mengkaji disorientasi kembali ke ketenaran BTS setelah dinas militer.
Sejumlah pengamat musik menilai pendekatan tersebut sebagai upaya menghubungkan elemen budaya tradisional dengan narasi modern. Billboard menyebut lagu ini sebagai simbol keheningan yang dirangkum dalam satu momen, sementara Rob Sheffield dari Rolling Stone menilainya sebagai pernyataan artistik yang kuat.
Penggunaan elemen budaya Korea juga terlihat pada keseluruhan konsep album. Judul “ARIRANG” merujuk pada lagu rakyat Korea yang populer, sementara beberapa trek lain menyisipkan unsur musik tradisional seperti pansori.
Diketahuo, album terbaru BTS, ARIRANG, pertama kali dibawakan secara langsung di Gwanghwamun Square, Seoul, dan disiarkan secara global melalui Netflix. Selain itu, film dokumenter pendamping bertajuk “BTS: THE RETURN” dijadwalkan tayang pada akhir 27 Maret di platform tersebut.
#bts-album-arirang #trek-no-29 #lonceng-suci-raja-seongdeok #harta-nasional-korea #bts-kim-nam-joon #lonceng-emille #museum-nasional-gyeongju #resonansi-lonceng #bts-weverse #arirang-lagu-rakyat #bts-g