Terungkap, Ini Alasan BEM UGM Tolak Undangan Istana
Ketua BEM KM Universitas Gadjah Mada (UGM) 2025 Tiyo Ardianto mengungkapkan alasan BEM UGM menolak undangan Istana pascademo rusuh pada akhir Agustus 2025. Ketua... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 27/10/25 12:22 16984
JAKARTA - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM Universitas Gadjah Mada ( UGM ) 2025 Tiyo Ardianto mengungkapkan alasan BEM UGM menolak undangan Istana pascademo rusuh pada akhir Agustus 2025. Menurutnya, kedatangan mahasiswa ke Istana, tidak lebih dari parasetamol.Diketahui, pada 4 September 2025, digelar silaturahmi antara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro dengan sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Pertemuan tersebut dilakukan di Istana Negara Jakarta.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dalam sambutannya Brian menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pimpinan organisasi mahasiswa sekaligus menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam membangun arah bangsa.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang berkenan hadir dan menjadikan Istana Negara sebagai ruang dialog bersama pemerintah. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk menggunakan Istana Negara dalam pertemuan ini.
Prasestyo juga mengajak para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka tanpa terjebak pada istilah atau diksi yang kaku. "Saya dan kami terus mempelajari apa yang menjadi aspirasi dari seluruh pihak apalagi dari adik-adik mahasiswa," ucapnya, dikutip dari laman presidenri.go.id.
Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 30 perwakilan organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi ekstra.
Menurut Tiyo, BEM UGM tidak akan membuka komunikasi apalagi negosiasi dengan pihak-pihak mana pun yang ingin melakukan transaksi untuk tujuan tertentu.
Tiyo mengatakan, saat beberapa mahasiswa diundang ke Istana, BEM UGM termasuk BEM yang menolak datang. "Bagi kami pertemuan dengan pemerintah, kedatangan mahasiswa ke Istana, tidak lebih dari parasetamol yang hanya meredakan nyeri, tapi nggak pernah benar-benar menyembuhkan luka dari bangsa," kata mahasiswa S1 Ilmu Filsafat UGM ini.
Lalu, sejauh mana prinsip tersebut akan terus dipegang? Simak selengkapnya di program TO THE POINT AJA! Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews, Senin, 27 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB.
(zik)