Menhub Dudy Singgung OTA Bikin Diskon Tiket Pesawat 18% Tak Maksimal

Menhub Dudy Singgung OTA Bikin Diskon Tiket Pesawat 18% Tak Maksimal

Menhub Dudy kritik OTA, diskon tiket pesawat 18% tak maksimal karena opsi transit. Harap dukungan kebijakan subsidi agar manfaat dirasakan masyarakat.

(Bisnis.Com) 17/03/26 09:03 166807

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyinggung platform pemesanan tiket pesawat melalui online travel agent (OTA), membuat program stimulus diskon hingga 18% tak maksimal masyarakat rasakan.

Dudy melihat masih ada celah yang dapat membuat harga tiket belum bisa terdiskon maksimal melalui penjualan di OTA.

Menurutnya, harga tiket terlihat mahal dikarenakan OTA memberikan opsi keberangkatan dengan transit satu kali atau bahkan beberapa kali transit, sehingga terlihat biaya perjalanan menjadi mahal karena merupakan akumulasi 2-3 penerbangan untuk mencapai tujuan.

"Saya berharap agar OTA dapat mendukung kebijakan pemerintah untuk menyediakan tiket pesawat yang tersubsidi sehingga masyarakat bisa benar-benar merasakan langsung manfaatnya,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Dirinya juga berencana akan berbicara dengan stakeholder/ekosistem terkait, baik dari airline, maupun juga dengan Kementerian Pariwisata yang membawahi travel agent atau agen perjalanan.

Harapannya, program diskon tiket dapat secara maksimal dirasakan oleh masyarakat pada arus mudik maupun balik.

“Ada beberapa hal nantinya yang perlu kita evaluasi, khususnya terkait harga penjualan tiket melalui online travel agent," jelasnya.

Meski demikian, dalam pantauannya di Bandara Internasional Soekarno—Hatta (CGK) pada Senin (16/3/2026), Dudy menemukan penumpang pesawat yang menerima diskon hingga 20% dari harga normal karena memesan tiket dari jauh-jauh hari.

Sementara secara umum, kondisi arus mudik melalui jalur udara masih kondusif dan berjalan dengan baik. Ketepatan waktu keberangkatan pun terbilang baik. Begitu juga dengan antrean check in yang masih kondusif dan tidak ada penumpukan penumpang di bandara.

Secara keseluruhan, diskon tiket pesawat Lebaran 2026 berasal dari kombinasi beberapa kebijakan pemerintah.

Pertama, PPN tiket pesawat ditanggung pemerintah (menurunkan biaya tiket pesawat hingga 11%). Kedua, penurunan fuel surcharge pesawat. Ketiga, adanya diskon 50% airport tax (PJP2U).

Keempat, adanya diskon 50% biaya layanan bandara untuk maskapai (PJP4U). Kelima, diskon tarif PNBP jasa kebandarudaraan. Selain itu, ada juga diskon harga avtur sekitar 10% di 37 bandara.

Dengan paket kebijakan tersebut, harga tiket pesawat domestik diproyeksikan turun sekitar 17–18% selama periode mudik Lebaran 2026. Penurunan harga ini berlaku untuk jadwal keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026.

Besaran diskon ini pun lebih besar dari diskon yang diberikan pada periode libur Nataru yang lalu, yang sebesar 13%—14%.

Hal ini akibat potongan harga untuk tiket pesawat tersebut, salah satunya bersumber peningkatan porsi pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) untuk kelas ekonomi dalam negeri.

Pada periode sebelumnya, porsi yang ditanggung pemerintah dari tarif PPN 11% hanya 6%. Kini, pemerintah menanggung seluruh PPN tersebut.

Adapun, diskon ini berlaku khusus untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi selama 16 hari atau dengan periode keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026, dan masih dapat dipesan hingga 29 Maret mendatang.

#diskon-tiket-pesawat #tiket-pesawat-murah #online-travel-agent #harga-tiket-pesawat #subsidi-tiket-pesawat #diskon-tiket-lebaran #harga-tiket-domestik #arus-mudik-udara #kebijakan-diskon-tiket #diskon

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260317/98/1960941/menhub-dudy-singgung-ota-bikin-diskon-tiket-pesawat-18-tak-maksimal