Trump Teken Deal Perdagangan & Mineral Penting dengan Anggota Asean
AS menandatangani kesepakatan perdagangan dan mineral penting dengan empat negara Asean untuk mengatasi defisit perdagangan.
(Bisnis.Com) 26/10/25 21:50 16432
Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat menandatangani serangkaian kesepakatan perdagangan dan mineral penting dengan empat mitra Asia Tenggara pada Minggu (26/10/2025), dengan tujuan mengatasi defisit perdagangan dan mendiversifikasi rantai pasokan di tengah pengetatan ekspor logam tanah jarang oleh China.
Dilansir Reuters, Presiden AS Donald Trump yang berada di Kuala Lumpur untuk menghadiri KTT Asean, menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik dengan mitranya dari Malaysia dan Kamboja, serta pakta kerangka kerja perdagangan dengan Thailand yang akan mendorong kedua negara untuk mengatasi hambatan tarif dan non-tarif.
Amerika Serikat akan mempertahankan tarif sebesar 19% untuk ekspor dari ketiga negara berdasarkan kesepakatan tersebut, dengan tarif yang akan dikurangi menjadi nol untuk beberapa barang, menurut pernyataan bersama yang dirilis oleh Gedung Putih.
Washington juga mengumumkan kesepakatan kerangka kerja serupa dengan Vietnam, yang telah dikenakan tarif sebesar 20% untuk ekspornya ke Amerika Serikat.
Sebagai informasi, Vietnam, yang mencatat surplus perdagangan sebesar US$123 miliar dengan Amerika Serikat tahun lalu, telah berjanji untuk meningkatkan pembelian produk-produk AS secara signifikan guna mengurangi kesenjangan perdagangan antara kedua negara.
Ekspor Mineral Tanah Jarang Malaysia
Trump pada hari Minggu menandatangani dua kesepakatan terpisah AS dengan Thailand dan Malaysia yang mengupayakan kerja sama untuk mendiversifikasi rantai pasokan mineral penting, di tengah upaya bersaing dari China di sektor yang berkembang pesat tersebut.
Reuters melaporkan secara eksklusif, bahwa China sedang berunding dengan Malaysia mengenai pemrosesan tanah jarang, dengan pengelola dana kekayaan negara Malaysia, Khazanah Nasional, diperkirakan akan bermitra dengan perusahaan China untuk membangun fasilitas pemurnian di Malaysia.
China, negara penambang dan pengolah tanah jarang terbesar di dunia, telah memberlakukan kontrol ekspor yang semakin ketat pada teknologi pemurniannya, membuat produsen global berebut untuk mengamankan pasokan alternatif untuk mineral penting yang banyak digunakan dalam chip semikonduktor, kendaraan listrik, dan peralatan militer.
Malaysia sepakat untuk menahan diri dari pelarangan atau pemberlakuan kuota ekspor mineral penting atau unsur tanah jarang ke AS, kata kedua negara dalam sebuah pernyataan.
Namun, pernyataan tersebut tidak merinci apakah janji Malaysia tersebut berlaku untuk tanah jarang mentah atau olahan. Malaysia, yang diperkirakan memiliki 16,1 juta ton deposit tanah jarang, telah melarang ekspor tanah jarang mentah untuk mencegah hilangnya sumber daya seiring upayanya mengembangkan sektor hilirnya.
#trump-perdagangan-asean #perdagangan-mineral-penting #kesepakatan-perdagangan-asean #ekspor-logam-tanah-jarang #tarif-ekspor-amerika #perdagangan-timbal-balik #kerangka-kerja-perdagangan #surplus-perd