Benarkah Puasa Menggerus Massa Otot? Begini Penjelasan Dokter Olahraga
Puasa tidak otomatis mengurangi massa otot jika pola makan dan latihan terjaga. Penting untuk cukup protein, hidrasi, dan latihan intensitas moderat.
(Bisnis.Com) 10/03/26 19:50 160908
Bisnis.com, JAKARTA - Menjaga massa otot saat menjalani puasa sering menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang aktif berolahraga. Jeda makan yang lebih panjang membuat sebagian orang takut tubuh akan mengambil cadangan dari otot sehingga bisa menyusut.
Namun, dokter spesialis olahraga Maria Lestari menjelaskan bahwa puasa sebenarnya tidak secara otomatis memicu muscle loss. Selama pola makan dan latihan tetap berjalan, massa otot masih bisa dipertahankan selama periode puasa.
Menurutnya, puasa justru dapat memberi sejumlah manfaat bagi tubuh. Di antaranya meningkatkan sensitivitas insulin, membantu tubuh menjadi lebih fleksibel dalam menggunakan sumber energi (metabolic flexibility), serta memberi kesempatan bagi sel untuk melakukan proses perbaikan alami seperti autophagy.
"Tubuh memang akan menggunakan cadangan energi saat puasa, tetapi jika nutrisi saat sahur dan berbuka cukup, massa otot umumnya tetap bisa dipertahankan," katanya.
Dokter Maria menyebut hal yang perlu diperhatikan selama puasa ialah kecukupan protein, menjaga asupan cairan agar tidak mengalami dehidrasi, mengatur intensitas latihan, serta menghindari defisit energi yang berlebihan.
Menurutnya, puasa bukan waktu untuk bermalas-malasan dan membuat intensitas latihan jadi berantakan. Namun, latihan juga tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh selama berpuasa.
Dia mengatakan, latihan kekuatan (strength training) tetap efektif dilakukan saat puasa karena otot tetap memerlukan stimulus mekanik untuk mempertahankan massa dan kekuatannya. Beberapa gerakan yang direkomendasikan adalah compound movements yang melibatkan banyak kelompok otot, seperti squat atau goblet squat, deadlift atau hip hinge movement, push-up atau bench press, pull-up atau rowing, serta shoulder press.
"Latihan sebaiknya moderate intensity dan tidak perlu sampe failure terlalu sering, agar tidak memperberat kelelahan saat tubuh sdg dlm kondisi puasa," imbuhnya.
Namun, kata dokter Maria, jika memang terjadi penurunan ringan pada volume atau intensitas latihan selama puasa, itu adalah hal yang masih wajar. Kondisi ini dapat terjadi akibat perubahan pola makan, tingkat hidrasi, serta ritme energi harian selama Ramadan.
Saat puasa, dirinya menyarankan strategi latihan sebaiknya berfokus pada pemeliharaan (maintenance), bukan peningkatan performa (progression). Caranya antara lain dengan mengurangi volume latihan, tetapi tetap menjaga kualitas gerakan.
#puasa-massa-otot #puasa-dan-olahraga #menjaga-massa-otot #muscle-loss-puasa #manfaat-puasa-otot #sensitivitas-insulin-puasa #metabolic-flexibility-puasa #autophagy-puasa #nutrisi-sahur-berbuka #protei