Jadi Raja Minyak, Rusia Bakal "Ambil Untung" dari Perang AS-Israel vs Iran

Jadi Raja Minyak, Rusia Bakal "Ambil Untung" dari Perang AS-Israel vs Iran

Rusia diuntungkan dari krisis minyak akibat perang AS-Israel vs Iran, dengan harga minyak naik, meningkatkan pendapatan ekspor energi untuk mendanai militernya.

(Bisnis.Com) 10/03/26 12:37 160270

Bisnis.com, JAKARTA - Rusia disebut bisa "ambil untung besar" dari perang yang terjadi antara AS-Israel vs Iran.

Dilansir dari ABC Australia, para ahli mengatakan bahwa Rusia akan menjadi "pemenang besar" dari krisis minyak yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

Presiden Vladimir Putin mengakui bahwa harga minyak sedang naik dan mempromosikan Rusia sebagai "pemasok yang dapat diandalkan".

Ia juga mengancam akan menarik pasokan gas Rusia ke Eropa dan menyalahkan Uni Eropa atas krisis apa pun yang mungkin dihadapi kawasan itu akibat kekurangan gas.

Bisa dikatakan, semakin lama krisis minyak yang dipicu oleh perang di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz berlangsung, semakin menguntungkan bagi Vladimir Putin dan Rusia.

Sebagaimana diketahui, perang di Timur Tengah telah mengganggu pasokan minyak dan gas di seluruh dunia, dan kenaikan harga yang pesat memperkuat kemampuan Rusia untuk memperoleh keuntungan dari ekspor energinya.

Pendapatan dari minyak dan gas merupakan pilar utama anggaran Kremlin dan secara langsung membantu membiayai perang di Ukraina.

Data dari pemerintah Rusia menunjukkan bahwa 30 persen dari anggaran federal Rusia berasal dari pendapatan pajak minyak dan gas, dan 40 persen dari anggaran tersebut dihabiskan untuk militer dan keamanan.

"Rusia adalah pemenang besar dari kekacauan energi yang terkait dengan perang," kata Simone Tagliapietra, pakar energi di lembaga think tank Bruegel, seperti dilansir dari laporan itu.

"Harga minyak yang lebih tinggi berarti pendapatan yang lebih tinggi bagi pemerintah dan karenanya kemampuan yang lebih kuat untuk membiayai perang di Ukraina."

Berapa Harga Minyak Rusia? lanjut halaman 2...

Harga Minyak di Rusia

Masih menurut laporan ABC Ausrtralia, harga minyak mentah Urals Rusia telah naik menjadi US$72 (US$102) per barel, naik dari US$40 pada Desember tahun lalu.

Harga minyak mentah dari luar Rusia tetap lebih tinggi, naik menjadi lebih dari US$100 per barel.

Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh terputusnya hampir seluruh lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa harga minyak naik sebagai akibat dari "agresi terhadap Iran" dan pembatasan Barat terhadap minyak Rusia.

Uni Eropa (UE) akan segera memberlakukan sanksi ke-20 terhadap ekspor minyak Rusia untuk membatasi kemampuan Moskow dalam mendanai upaya perangnya.

Berbicara di televisi Rusia, Putin memanfaatkan kesempatan itu untuk mempromosikan Rusia sebagai pemasok minyak dan mengeluarkan ancaman kepada Uni Eropa.

"Rusia selalu dan tetap menjadi pemasok sumber daya energi yang andal bagi semua mitra kami," katanya.

"Mungkin akan lebih menguntungkan bagi kita untuk menghentikan pasokan [gas] ke pasar Eropa sekarang dan pergi."

#rusia-ambil-untung #perang-as-israel-iran #krisis-minyak-timur-tengah #harga-minyak-rusia #pemasok-gas-andal #pendapatan-minyak-gas #ekspor-energi-rusia #selat-hormuz #pendapatan-pajak-minyak #anggara

https://kabar24.bisnis.com/read/20260310/19/1959263/jadi-raja-minyak-rusia-bakal-ambil-untung-dari-perang-as-israel-vs-iran