Peretas Korut Pakai AI untuk Garap Pekerjaan Berulang Sebelum Lancarkan Serangan

Peretas Korut Pakai AI untuk Garap Pekerjaan Berulang Sebelum Lancarkan Serangan

AI digunakan oleh peretas Korea Utara untuk mempercepat serangan siber dengan mengotomatiskan tugas-tugas seperti pengintaian dan pembuatan infrastruktur serangan.

(Bisnis.Com) 10/03/26 08:05 159928

Bisnis.com, JAKARTA — Kecerdasan buatan (AI) sekarang mulai digunakan oleh peretas dan penjahat siber untuk membantu serangan di internet, seperti peretas dari Korea Utara bernama Coral Sleet yang sudah memanfaatkan teknologi ini.

Menurut Kepala Intelijen Ancaman di Microsoft Sherrod DeGrippo, para penyerang menggunakan agen AI untuk mengerjakan tugas-tugas yang membosankan dan memakan waktu. Dengan begitu, mereka bisa menyerang dengan lebih cepat dan efisien.

Dalam serangan siber, ada banyak pekerjaan kecil yang harus dilakukan sebelum menyerang, seperti mengintai sistem komputer target, memindai jaringan internet milik suatu organisasi, mencari celah keamanan, dan membangun server atau infrastruktur untuk serangan.

Pekerjaan seperti itu biasanya dikerjakan secara manual oleh manusia, namun memakan waktu yang lama. Dengan AI, peretas cukup memberi perintah dan AI bisa melakukan pengecekan secara otomatis terhadap banyak sistem sekaligus.

"Pengintaian otomatis berbasis agen terhadap sistem adalah sesuatu yang patut diperhatikan," kata DeGrippo yang dikutip dari The Register, Selasa (10/3/2026).

Microsoft Threat Intelligence telah mengamati kelompok peretas dari Korea Utara sudah memanfaatkan teknologi ini, yaitu kelompok Coral Sleet yang terkenal melakukan penipuan dengan menyamar sebagai pekerja IT.

Mereka menggunakan AI untuk membuat dan mengelola infrastruktur serangan, menyiapkan kampanye peretasan, dan mengontrol sistem yang sudah diretas. Hal ini membuat operasi mereka lebih cepat dan lebih besar skalanya.

“Ini sangat menarik karena Anda dapat berbicara dengan infrastruktur berbahaya Anda menggunakan bahasa alami dan menyampaikan ide-ide Anda hanya dengan mengungkapkannya," kata DeGrippo.

Selain itu, agen AI juga bisa membantu penjahat membuat malware. Namun menurut para peneliti, kode malware yang dibuat AI masih belum sebaik buatan manusia. Sering ada ciri-ciri tertentu yang membuat peneliti bisa menebak kode tersebut dibuat oleh AI. Meski demikian, AI tetap membantu mempercepat proses pembuatan malware.

Menurut DeGrippo, para penjahat akan selalu memilih cara yang paling mudah dan cepat untuk mencapai tujuan mereka.

“Siapa pun yang mengembangkan kode apa pun sedang memikirkan cara menggunakan asisten AI untuk melakukan hal itu." (Nur Amalina)

#ai-peretas #ai-korea-utara #ai-serangan-siber #ai-penjahat-siber #ai-coral-sleet #ai-microsoft #ai-pengintaian-otomatis #ai-infrastruktur-serangan #ai-kampanye-peretasan #ai-kontrol-sistem #ai-malware

https://teknologi.bisnis.com/read/20260310/84/1959129/peretas-korut-pakai-ai-untuk-garap-pekerjaan-berulang-sebelum-lancarkan-serangan