Program BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp53 Triliun, Ada Diskon Belanja 70-80%
Program BINA Lebaran 2026 menargetkan transaksi Rp53 triliun dengan diskon 70-80% selama 25 hari.
(Bisnis.Com) 06/03/26 20:12 157466
Bisnis.com, JAKARTA — Program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran kembali dibuka menjelang periode libur Idulfitri 2026 dengan target transaksi mencapai Rp53 triliun.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program belanja di mal dan pusat perbelanjaan ritel di Tanah Air ini akan berlangsung selama kurang lebih 25 hari, yakni mulai 6 Maret hingga 30 Maret 2026.
“Saya monitor BINA Lebaran 2026 targetnya sekarang Rp 53 triliun dan ini naik 20% dibandingkan tahun yang lalu,” kata Airlangga dalam konferensi pers BINA Lebaran 2026 di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Airlangga melanjutkan bahwa program BINA Lebaran 2026 diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat dalam negeri, di tengah upaya pemerintah untuk mendorong daya beli melalui berbagai stimulus dan kebijakan.
Menurutnya, program ini juga akan menghadirkan diskon belanja hingga 70%—80%, yang diharapkan dapat meningkatkan minat belanja masyarakat.
“Selanjutnya tentu kami berharap bahwa momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi 5,5% di kuartal pertama 2026,” ujar Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyampaikan bahwa sejumlah mal di Tanah Air akan terlibat dalam program BINA Lebaran tahun ini.
Sekitar 80.000 toko ritel serta 800 jenama makanan, minuman, elektronik, pakaian, obat-obatan dan lain sebagainya juga dilibatkan untuk memeriahkan program ini.
Selain dari variasi produk, pihaknya juga akan mendorong penjualan melalui promo di waktu tertentu, misalnya dengan penjualan tengah malam alias midnight sales.
“Yang terpenting adalah konsumsi dalam negeri ini, Pak Menko. Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga,” ujar Budihardjo.
Namun demikian, dia mengungkapkan terdapat kendala pasokan barang impor, yang terlambat datang ke Indonesia. Dia berharap agar permasalahan ini dapat dikoordinasikan lebih lanjut.
“Mungkin nanti bisa koordinasi bahwa barang-barang di mal yang impor banyak yang agak telat, sehingga mungkin lebaran ini kita agak terganggu untuk penjualannya,” ungkapnya.
#bina-lebaran-2026 #program-belanja-bina #diskon-belanja-lebaran #belanja-idulfitri-2026 #pusat-perbelanjaan-ritel #konsumsi-masyarakat #pertumbuhan-ekonomi-2026 #himpunan-peritel-indonesia #midnight-s