Ambisi BEI Tembus Ranking 10 Besar Dunia Lewat Demutualisasi
Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan masuk 10 bursa besar dunia melalui demutualisasi, yang diharapkan selesai pada kuartal II/2026, guna meningkatkan profesionalisme dan transparansi.
(Bisnis.Com) 03/03/26 14:13 153292
Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik agar dapat masuk 10 bursa besar dunia melalui aksi demutualisasi yang akan dilakukan.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan dari seluruh bursa besar yang ada di dunia, salah satu bursa yang belum melakukan demutualisasi adalah BEI. Saat ini, kata Jeffrey, BEI masuk dalam 20 bursa besar dunia dari segi transaksi.
“Dengan demutualisasi, kami percaya bursa akan lebih modern, lebih lincah, dan tentu akan menjadi lebih profesional,” ujar Jeffrey di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Lebih lanjut, Jeffrey menuturkan demutualisasi akan membuka peluang kepada seluruh pihak, tidak hanya bursa saja, melainkan juga shareholders.
Dengan demutualisasi, tujuan Bursa dalam 4-5 tahun ke depan adalah bisa berada di posisi 10 besar bursa dunia.
Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menjelaskan DPR tengah mencari mekanisme dan sistem demutualisasi.
“Tentu kami harus memberikan posisi dan porsi yang memadai untuk negara. Dalam artian apa? Dalam artian untuk kepentingan nasional, kepentingan negara terlibat secara aktif, tetapi kemudian negara memberikan dampak pengaruh positifnya,” tutur Misbakhun.
Misbakhun juga berharap demutualisasi ini bisa dilakukan secepatnya pada kuartal II/2026. Pasalnya, kata Misbakhun, Demutualisasi merupakan bagian dari proses restrukturisasi yang selama ini ingin dipercepat dalam bursa saham Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan demutualisasi akan dilakukan melalui penambahan modal tanpa hak memberikan efek terlebih dahulu atau private placement dan melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).
“Demutualisasi Bursa dapat dilakukan melalui private placement dan lewat IPO,” ucap Airlangga.
Airlangga menuturkan demutualisasi ini menjadi penting agar transparansi dan akuntabilitas dapat terjaga, serta terjadi pemisahan yang jelas antara Bursa dan Anggota Bursa.
Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi juga menuturkan private placement dan IPO menjadi opsi yang akan dilihat bersama saat rumusan Peraturan Pemerintah mengenai demutualisasi keluar.
Saat ini, kata dia, PP mengenai demutualisasi tengah berada dalam proses perumusan dan akan mengalami pembahasan dan konsultasi bersama DPR. Menurut Hasan, Kementerian Keuangan akan melibatkan OJK secara penuh saat menyusun dan merumuskan rancangan PP yang dimaksud.
Demutualisasi ini menurut Hasan tentunya akan menggunakan aksi korporasi yang memungkinkan untuk dilakukannya penawaran kepada pemegang saham lain.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#bursa-efek #demutualisasi-bei #10-bursa-besar #bursa-dunia #bei-demutualisasi #transaksi-bursa #modern-bursa #lincah-bursa #profesional-bursa #peluang-shareholders #posisi-10-besar #mekanisme-demutual