Etihad Airways, Qatar, hingga Emirates Perpanjang Penangguhan Operasional
Etihad, Qatar, dan Emirates perpanjang penangguhan operasional akibat konflik di Timur Tengah hingga Maret 2026, berdampak pada ribuan penumpang.
(Bisnis.Com) 02/03/26 16:32 152158
Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai internasional seperti Etihad Airways, Qatar Airways, hingga Emirates terus memperpanjang penangguhan alias setop operasional untuk sementara waktu, di tengah tensi geopolitik Timur Tengah yang masih tinggi.
Pasalnya konflik di Iran menyebabkan penutupan bandara hub utama di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha.
Emirates yang merupakan maskapai internasional terbesar resmi memperpanjang penangguhan operasional hingga Rabu (3/3/2026), sebagaimana informasi yang dibagikan melalui media sosial resmi @emirates.
“Akibat penutupan ruang udara regional yang berulang, Emirates telah menangguhkan sementara semua penerbangan ke dan dari Dubai hingga pukul 15.00 Waktu Uni Emirat Arab pada Selasa, 3 Maret,” tulis Emirates, dikutip pada Senin (2/3/2026).
Manajemen menyampaikan bahwa situasi ini masih dinamis dan terus dievaluasi. Pihaknya mengimbau semua pelanggan untuk memeriksa pembaruan operasional terbaru di http://emirates.com dan memeriksa email mereka untuk pemberitahuan tentang perubahan atau pembatalan penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Pasalnya semua titik check-in di kota di Dubai ditutup sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pihaknya pun terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Di Indonesia, ratusan penumpang yang batal terbang di Bandara ke Timur Tengah memadati konter maskapai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk mencari kejelasan informasi soal tiket yang sudah dibeli.
Sementara itu, Qatar Airways menyatakan semua penerbangan masih ditangguhkan dan akan memberikan pembaruan pada 3 Maret 2026 pukul 09.00 waktu Doha.
Serupa, Etihad Airways dalam media sosial resmi X, @etihad, menyatakan memperpanjang pembatalan penerbangan hingga Senin (2/3/2026) pukul 14.00 waktu Uni Emirat Arab (GMT+4).
Singapore Airlines yang juga terdampak bahkan membatalkan penerbangan dari dan ke Dubai untuk periode 28 Februari hingga 7 Maret 2026.
Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah. Namun, penerbangan dari dan ke Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moscow, dan Peshawar dibatalkan. Pembatalan berlaku sampai 2 Maret pukul 23.59 GMT.
Melansir dari Bloomberg, Senin (2/3/2026), penangguhan operasional dari maskapai-maskapai besar yang beroperasi di Teluk Persia menyebabkan gangguan besar di beberapa bandara tersibuk di dunia.
Otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menangani lebih dari 20.000 penumpang yang terdampak oleh gangguan tersebut. Puluhan ribu orang terperangkap di wilayah yang berfungsi sebagai superkonektor global, menghubungkan dua titik di planet ini dengan satu kali transit.
Beberapa bandara di Teluk terkena dampak serangan balasan saat Iran meluncurkan rudal dan drone ke seluruh wilayah sebagai respons terhadap serangan awal pada Sabtu oleh pasukan udara Israel dan AS.
#etihad-airways #qatar-airways #emirates-penangguhan #operasional-maskapai #konflik-timur-tengah #penutupan-bandara #penerbangan-dibatalkan #dubai-abu-dhabi #doha-penerbangan #emirat-arab #maskapai-int